Hubungan Antara Sarana Ilmiah Bahasa, Matematika dan Statistika

Sebagaimana yang kita bahas sebelumnya, agar dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik, diperlukan sarana bahasa, matematika dan statistika. Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam kegiatan berpikir ilmiah, dimana bahasa menjadi alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain. Dan ditinjau dari pola berpikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara berpikir deduktif dan berpikir induktif. Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif.

Lagi

Iklan

Penalaran induktif dan deduktif

Penalaran merupakan sebuah aplikasi dari logika. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Induktif dan Deduktif.

1. Penalaran Induktif

Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Secara empirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara.

Lagi

Mazhab-Mazhab Filsafat Pendidikan

Pengertian Filsafat Pendidikan
Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta cinta terhadap ilmu atau hikmah. Terhadap pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya dan menciptakan sikap positif terhadapnya. Selanjutnya ia menambahkan bahwa filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.

Lagi

Aksiologi Ilmu dan Kebudayaan ,perkembangan Ilmu dan Kebudayaan

A. PENDAHULUAN

Kebutuhan hidup manusia sangat banyak sekali., untuk memenuhi kebutuhan hidup itulah mendorong manusia melakukan berbagai tindakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Menurut Ashley Montagu dalamJujun (2003) kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap kebutuhan hidupnya.

Maslow dalam Jujun (2003) mengidentifikasi lima kelompok kebutuhan manusia yaitu kebutuhanfisiologi, rasa aman, afiliasi, harga diri dan pengembangan potensi. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia tidak dapat bertindak secara otomatis , secara instinktif namun diimbangi manusi dengan belajar,berkomunikasi dan menguasai objek objek yang bersifat fisik.

Lagi

Aksiologi: Ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan, revolusi genetika

A.Pendahuluan

Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi (http://id.wikipedia.org/wiki/ilmu, diakses 18 September 2010).

Lagi

Epistemologi: Paradigma Kuhn

PENDAHULUAN

  1. A.  Latar Belakang

Salah satu bidang garapan dari filsafat ilmu adalah epistemologi. Secara etimologis epistemologi berasal dari bahasa yunani  epiteme artinya pengetahuan, dan logos artinya teori, epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula, sumber, struktur, metode dan syahnya (validitas) pengetahuan. Dalam metafisika pertanyaan pokok adalah “apakah ada itu?”, sedangkan dalam epistomologi pertanyaan pokok adalah “ apa yang dapat saya ketahui?”.  Jadi persoalan apa saja yang termasuk dalam epistomologi adalah :

Lagi

Epistemologi: Induktivisme, problema induksi, ketergantungan observasi pada teori

PENDAHULUAN
Dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia tercatat bahwa untuk mendapatkan kebenaran, baik kebenaran yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya, manusia senantiasa mempergunakan seluruh keberadaannya secara utuh dan menyeluruh. Dengan cara seperti itu telah memungkinkan dihasilkannya berbagai macam metode sebagai suatu sarana atau instrumen bagi manusia dalam mendapatkan kebenaran yang objektif.

Lagi

Epistemologi: Pengetahuan, metode ilmiah, struktur pengetahuan ilmiah

A. PENDAHULUAN

Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Pengetahuan juga dapat dikatakan sebagai jawaban dari berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Dari sebuah pertanyaan, diharapkan mendapatkan jawaban yang benar. Maka dari itu muncullah masalah, bagaimana cara kita menyusun pengetahuan yang benar?. Masalah inilah yang pada ilmu filsafat di sebut dengan epistimologi. Setiap jenis pengetahuan memiliki ciri-ciri spesifik atau metode ilmiah mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistimologi), dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan saling memiliki keterkaitan; ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu dan epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. (Suriasumantri, 2007:105)

Lagi

Ontologi: Metafisika, asumsi, peluang

1.1 Latar Belakang

Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dariYunani. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti ThalesPlato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum membedaan antarapenampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Thales berpenderian bahwa segala sesuatu tidak berdiri dengan sendirinya melainkan adanya saling keterkaitan dan keetergantungan satu dengan lainnya http://id.wikipedia.org/wiki/Ontologi.

Lagi

SARANA BERPIKIR ILMIAH : BAHASA, MATEMATIKA, DAN STATISTIKA

A. Bahasa

1. Pengertian Bahasa

Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, bahasa sebagai sarana komunikasi antar manusia, maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa, seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lai, tanpa mempunyai kemampuan berbahasa seorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah secara sistematis dan teratur.

Lagi

Blog Stats

  • 1.314.757 hits