Filsafat pancasila

Assalamualaikum wr.wb..

girls jika kalian ingin tampil cantik, modis n lebih feminim coba deh cek instagram aku,, di sana ada bros-bros handmade cantik di jamin deh penaampilan kalian bakalah cucook bingit. cek di @mahahista  via IG.. itu ad d bawah scrool smpe bawah ya!

BAB I
PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG

Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat

final. Namun walaupun pancasila saat ini telah dihayati sebagai filsafat hidup bangsa dan dasar negara, yang merupakan perwujudan dari jiwa bangsa,sikap mental,budaya dan karakteristik bangsa, saat ini asal usul dan kapan di keluarkan atau disampaikannnya Pancasila masih dijadikan kajian yang menimbulkan banyak sekali penafsiran dan konflik yang belum selesai hingga saat ini. Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia. Dalam berbagai sudut pandang mengenai teori pancasila tidak dapat dielakkan lagi bahwa pancasila merupakan pandangan hidup bangsa indonesia

Namun dibalik itu semua ternyata pancasila memang mempunyai sejarah yang panjang tentang perumusan-perumusan terbentuknya pancasila, dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila.

  1. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

  1. Apa pengertian filsafat pancasila dan ideologi pancasila?
  2. Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai sistem filsafat?
  3. Apa isi dari Pancasila?
  1. TUJUAN

 

Setelah mendiskusikan tema ini, maka kita dapat memperoleh beberapa tujuan sebagai berikut:

  1. Dapat mengetahui pengertian filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila
  2. Dapat mengetahui maksud Pancasila sebagai sistem filsafat
  3. Dapat mengetahui dan memahami isi dari arti Pancasila
  1. MANFAAT

Manfaat dari pembuatan makalah yang berjudul tentang filsafat pancasila adalah sebagai sumber referensi dan pemahaman kita sebagai mahasiswa tentang ideologi dasar negara kita, yaitu Pancasila.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. FILSAFAT PANCASILA

 

  1. Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi

Secara etimologis, kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philos,philia,philien yang artinya senang, teman, cinta dan  sophos, siphia, sophien yang artinya kebenaran (truth), keadilan (justice), bijaksana (wise) yang berarti kebijaksanaan. Pengertian tersebut dapat disimpulkan sebagai cinta kebenaran atau cinta kebijaksanaan. (Suparlan Suhartono, 2005:5)

Menurut Notonagoro (dalam Supriatnoko, 2009:17) pengertian filsafat pancasila mempunyai sifat mewujudkan ilmu filsafat, yaitu ilmu yang memandang pancasila dari sudut hakikat. Pengertian hakikat adalah unsur-unsur yang tetap dan tidak berubah pada suatu objek.

Secara etimologis kata ideology berasal dari kata Yunani idea yang berarti gagasan atau cita-cita dan logos yang berarti ilmu sebagai hasil pemikiran. Dalam arti luas ideology diartikan sebagai keseluruhan gagasan, cita-cita, keyakinan-keyakinan, dan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi sebagai pedoman. Sementara dalam arti sempit ideologi diartikan sebagai gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang hendak menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus berfikir, bersikap, dan bertindak.

  1. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Pancasila dalam pendekatan filsafat akan dibahas menjadi dua bagian, yakni sebagai berikut ini.

  • Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Berdasarkan pemikiran filsafat Pancasila pada dasarnya merupakan suatu nilai. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, nilai keadilan. Jadi, nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap suatu hal yang dapat menjadi penentu tingkah laku manusia.

  • Perwujudan nilai Pancasila sebagai norma bernegara.

Norma atau kaidah adalah aturan atau pedoman bagi manusia dalam berperilaku sebagai perwujudan dari nilai. Nilai yang abstrak atau normative dijabarkan dalam bentuk norma.

Menurut PPKI, rumusan nilai dasar Negara tersebut diformulasikan kembali sebagai lima sila Pancasila dengan urutan berikut ini.

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  • Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI menetapkan Pancasila secara resmi sebagai pandangan hidup bangsa dan pandangan hidup Negara. Dengan demikian, Pancasila adalah filsafat Negara yang lahir sebagai cita-cita bersama atau collective ideology  dari seluruh bangsa Indonesia. Dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam, yang dilakukan oleh para pendiri negara Indonesia.

Dalam pengertian inilah, maka sebelum masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang menegara, nilai-nilai luhur Pancasila telah menjadi bagian dari kehidupan diri pribadi dan masyarakatnya. Setelah masyarakat Indonesia menjadi bangsa dalam NKRI, nilai-nilai Pancasila itu dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa atau ideologi bangsa. Soekarno selalu menyatakan bahwa Pancasila merupakan filsafat asli Indonesia yang diambil dari budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha), Barat (Kristen), dan Arab (Islam).

Dengan demikian bangsa Indonesia memiliki satu pedoman dan sumber nilai sebagai hasil karya besar bangsa Indonesia di dalam memecahkan berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahan keamanan serta hukum dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia, yaitu  Pancasila.

Pancasila sebagai kesatuan sistem filsafat memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis, dan dasar aksiologis.

  1. Dasar Ontologis

Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Pancasila terdiri atas lima sila yang saling mengikat, sedangkan subjek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia. Hakikat dasar ontologis sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hakikat mutlak monopluralis, yaitu memiliki susunan kodrat, sifat kodrat, dan kedudukan kodrat. Jadi, Pancasila secara hierarkis sila-silanya saling menjiwai dan dijiwai satu sama lain.

Selanjutnya, Pancasila secara dasar filsafat negara Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak, yaitu berupa sifat kodrat monodualis. Sebagai konsekuesinya, nilai-nilai Pancasila yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan sifat dasar dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Hal ini berarti bahwa dalam setiap ospek penyelenggaraan negara harus berpedoman dan bersumber pada nila-nilai Pancasila.

  1. Dasar Epistemologis

Epistemologis adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji masalah hakikat pengetahuan. Upaya untuk mendapatkan jawaban tentang kebenaran dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kajian epistemiologis filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

Ada tiga persoalan mendasar dalam kajian epistemologis, yaitu :

  1. Sumber pengetahuan manusia;
  2. Teori kebenaran pengetahuan manusia; dan
  3. Watak pengetahuan manusia.
  1. Dasar Aksiologis

Aksiologis adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan. Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. Dengan demikian, dasar aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa pembahasan tertuju pada filsafat nilai Pancasila. Dalam memandang tentang nilai, sebagai berikut :
(1) Menurut sudut pandang subjektif, bahwa sesuatu bernilai karena berkaitan dengan
subjek pemberi nilai, yaitu manusia.
(2) Menurut sudut pandang objektif, bahwa hakikatnya sesuatu  itu melekat pada dirinya
sendiri memang bernilai.

C.  Susunan Arti Isi Pancasila

Pancasila sebagai suatu sistem susunan pengetahuan memiliki susunan bersifat formal logis dalam arti susunan sila-sila Pancasila sebagai mana telah di bahas pada bagian epistemologis. Adapun isi arti sila-sila Pancasila, meliputi tiga hal, yaitu:

(1) isi Pancasila yang abstrak  umum universal; (2) isi arti Pancasila yang umum kolektif; dan (3) isi arti Pancasaila yang khusus konkrit.

Pertama, isi Pancasila yang abstrak umum universal merupakan inti dari Pancasila sehingga menjadi pangkal tolak pelaksanaan pada bidang-bidang kenegaraan, tertib hukum Indonesia, dan realisasi praktisnya dalam berbagai bidang kehidupan. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal sebagai prinsip dasar umum merupakan pengertian yang sama bagi bangsa Indonesia.

Isi arti Pancasila yang umum kolektif adalah realisasinya dalam bidang-bidang kehidupan. Pancasila sebagai pedoman dan sumber nilai kolektif bangsa dan negara Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia, sedangkan isi arti khusus konkrit dimaksudkan bagi realisasi praktis dalam suatu lapangan kehidupan tertentu sehingga memiliki sifat yang khusus.

Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal yang bersumber dari hakikat Tuhan, manusia, satu, rakyat, adil merupakan konsep filsafat Pancasila yang bercorak tematis. Selanjutnya, diuraikan menjadi isi arti Pancasila yang umum kolektif dan khusus konkret sebagai sistem etika Pancasila yang bercorak normatif, yaitu bahwa hakikat manusia  adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan sosial dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN
  2. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sebagai ideology dapat diartikan sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita dan keyakinan bangsa Indonesia. Mengenai sejarah, masyarakat, hukum, dan Negara Indonesia sebagai hasil kristalisasi nilai-nilai yang sudah ada dibumi Indonesia yang bersumber pada adat istiadat, budaya, agama, dan kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Pancasila ideology di gali dan ditemukan dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat Indonesia serta bersumber dari pandangan hidup bangsa. Oleh karena itu, ideology Pancasila milik semua rakyat Indonesia. Dengan demikian, rakyat Indonesia berkewajiban untuk mewujudkan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  4. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia itu terdiri atas keimanan dan ketaqwaan, nilai keadilan dan keberadaban. Nilai-nilai luhur tersebut kemuadian disepakati oleh para pendiri Negara sebagai dasar filsafat Negara Indonesia merdeka, yang oleh Ir. Soekarno bernama Pancasila.

 

  1. SARAN

Dengan penjelasan di atas, kita dapat memahami pengertian filsafat Pancasila dan ideology Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Serta dapat menanamkan nilai-nilai filsafat Pancasila dalam kegiatan sehari-hari kita.

DAFTAR PUSTAKA

Romzie A Bastari, M.Pd, Drs, dkk. Buku Ajar Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Pendidikan Kewarganegaraan, Percetakan Universitas Sriwijaya, Palembang, 2010.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 848,625 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: