Perbandingan pendidikan Sekolah dasar di Mesir dan Indonesia

BAB. I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

                Pendidikan merupakan sesuatu hal yang mutlak ada dan harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dimana pendidikan harus bertumpuh pada pemberdayaan semua komponen masyarakat melalui peran sertanya dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang dirumuskan secara jelas dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003, bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

              Makna Pendidikan di Indonesia adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.    Sistem pendidikan di Indonesia disebut dengan sistem pendidikan nasional yang mempunyai arti keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Sedangkan sistem pendidikan mesir adalah tanggung jawab kementrian negara. Kementrian pendidikan bertanggung jawab mulai dari pendidikan prasekolah sampai ke pendidikan tinggi dalam aspek perencanaan, kebijakan, kontrol kualitas, kordinasi dan pengembangannya. Pejabat-pejabat pendidikan di tingkat governorat bertanggung jawab atas pengimplementasiannya.                                                                        Berdasarkan data tingkat melek huruf negara- negara di dunia yang diperoleh data dari http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_tingkat_melek_huruf, Indonesia berada pada peringkat 95 sedangkan negara mesir berada pada peringkat 151.                          Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan negara- negara dunia yang diperoleh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Education_Index Indonesia berada 102 ▲ 0.834 ▲ 0,834 dan mesir di 127▼ 0.731 ▼ 0,731.                                                                           Berdasarkan kedua data tersebut dapat diketahui bahwa secara umum di tingkat buta aksara dan index perkembangan pendidikan Indonesia cukup baik di bandingkan negara Mesir. Namun kenyataannya dilapangan sistem pendidikan yang ada di mesir cukup baik apalagi untuk jenjang pendidikan dasar ada beberapa hal yang cukup menarik untuk ditiru dan diterapkan di Indonesia dan walaupun berdasarkan data di atas perkembangan pendidikan yang ada di Mesir berada di bawah Indonesia banyak juga pelajar Indonesia yang bersaing mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana.

2. Masalah dan Pembatasan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas maka penulis merumuskan beberapa permasalahan yaitu:

  1. Bagaimanakah sejarah pendidikan di mesir?
  2. Bagaimanakah tujuan pendidikan di mesir?
  3. Bagaimana perbandingan pendidikan sekolah dasar di mesir dan di indonesia?

3. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui sejarah pendidikan di mesir?
  2. Untuk mengetahui tujuan pendidikan di mesir?
  3. Untuk mengetahui perbandingan pendidikan sekolah dasar di mesir dan di indonesia?

BAB. II

PEMBAHASAN

 

A. Gambaran Umum Negara Mesir

1.  Profil Mesir

Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, (bahasa Arab: مصر, Maṣr) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.                  Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

2. Demografi Mesir

Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang. Hampir seluruh populasi terpusat di sepanjang Sungai Nil, terutama Iskandariyah dan Kairo, dan sepanjang Delta Nil dan dekat Terusan Suez. Hampir 90% dari populasinya adalah pemeluk Islam dan sisanya Kristen (terutama denominasi Coptic).                                                     Penduduk Mesir hampir homogenous. Pengaruh Mediterania (seperti Arab dan Italia) dan Arab muncul di utara, dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan mengenai asal-usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur dan Asiatik yang pindah ke lembah Nil setelah zaman es. Orang Mesir menggunakan bahasa dari keluarga Afro-Asiatik (sebelumnya dikenal sebagai Hamito-semitic).

3. Pembagian Administratif

Mesir dibagi menjadi 26 governorat (muhafazat; tunggal – muhafazah):

4. Agama                                                                                                                                             Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi, adzan yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo juga dikenal dengan berbagai menara masjid dan gereja. Menurut konstitusi Mesir, semua perundang-undangan harus sesuai dengan hukum Islam. Negara mengakui mazhab Hanafi lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa untuk masalah agama. 90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir   menganut agama Kristen; 78% dalam denominasi Koptik (Koptik Ortodoks, Katolik Koptik, dan Protestan Koptik).

5. Pendidikan

            Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharu Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan. Di antara tokoh-tokoh tersebut Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Ali Pasha. Dua yang terakhir, secara historis, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain. Sistem Pendidikan di negara Mesir meliputi:

1. Sekolah Dasar (Ibtida’i).

2. Sekolah Menengah Pertama (I’dadi).

3. Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah).

4. Pendidikan Tinggi:

B. Sejarah Pendidikan Mesir

Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharuan Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan. Di antara tokoh-tokoh tersebut Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Ali Pasha. Dua yang terakhir, secara historis, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain.          Berawal dari datangnya Napoleon Bonaparte di Alexandria, Mesir pada tanggal 2 Juli 1798 M. Tujuan utamanya adalah menguasai daerah Timur, terutama India. Napolen Bonaparte menjadikan Mesir, hanya sebagai batu loncatan saja untuk menguasai India, yang pada waktu itu dibawah pengaruh kekuasaan kolonial Inggris. Kedatangan Napolen ke Negara Mesir tidak hanya dengan pasukan perang, tetapi juga dengan membawa seratus enam puluh orang diantaranaya pakar ilmu pengetahuan, dua set percetakan dengan huruf latin, Arab, Yunani, peralatan eksperimen, diantaranya membawa teleskop, mikroskop, kamera, dan lain sebagainya, serta seribu orang sipil. Tidak hanya itu, ia pun mendirikan lembaga riset bernama Institut d’Egypte, yang terdiri dari empat departemen, yaitu: ilmu alam, ilmu pasti, ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan kesenian. Lembaga ini bertugas memberikan masukan bagi Napoleon dalam memerintah Mesir. Lembaga ini terbuka untuk umum terutama ilmuwan (ulama’) Islam. Ini adalah moment kali pertama ilmuwan Islam kontak langsung dengan peradaban Eropa, termasuk Abd al-Rahman al-Jabarti. Baginya perpustakaan yang dibangun oleh Napoleon sangat menakjubkan karena Islam diungkapkan dalam berbagai bahasa dunia.   Perjalanan Napoleon ke Mesir membawa sebuah harapan dan perubahan yang bagus bagi sejarah perkembangan bangsa Mesir, terutama yang menyangkut pembaharuan dan modernisasi pendidikan di sana. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Perancis banyak memberikan inspirasi bagi tokoh-tokoh Mesir untuk melakukan perubahan baik secara sistem dan kurikulum pendidikan yang sebelunya dilakukan secara konvesional. Diantara tokoh yang mendapatkan inspirasi tersebut adalah Muhammad Ali Pasa dan Muhammad Abduh. Dua tokoh ini, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain.

C. Tujuan Pendidikan di Mesir

Pemerintah Mesir menyatakan bahwa pengembangan secara ilmiah harus dilakukan dalam sistem pendidikan. Oleh sebab itu, diputuskan bahwa konsep struktur, fungsi dan manajemen pendidikan semua harus ditinjau ulang. Mesir memprogramkan wajib belajar, masyarakatnya harus pandai dalam hal baca tulis dan terdidik, harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi masyarakat yang produktif, pendidikan juga harus fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.                                                            Kementerian pendidikan menyatakan dengan lebih rinci tujuan utama pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Pendidikan dimaksudkan untuk menegakkan demokrasi dan persamaan kesempatan serta pembentukan individu-individu yang demokratis.
  2. Pendidikan juga dimaksud sebagai pembangunan bangsa secara menyeluruh, yaitu menciptakan hubungan fungsional antara produktivitas pendidikan dan pasar kerja.
  3. Pendidikan juga harus diarahkan pada penguatan rasa kepemilikan individu terhadap bangsa, dan penguatan atas budaya dan identitas Arab.
  4. Pendidikan harus mampu mengiring masyarakat pada pendidikan sepanjangan hayat melalui peningkatan diri dan pendidikan diri sendiri.
  5. Pendidikan harus mencakup pengembangan ilmu dan kemamuan tulis baca, berhitung, mempelajari bahasa-bahasa selain bahasa arab, cipta seni, serta pemahaman atas lingkungan.
  6. Pendidikan bertujuan pula sebagai kerangka kerjasama dalam pengembangan kurikulum dan penilaian.

D. Perbandingan Pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di Indonesia dan Mesir

No

Aspek yang dibandingkan

Indonesia

Mesir

1 Usia 6-12 tahun 6-11 tahun
2 Masa Belajar 6 tahun (kelas 1-6) 5 tahun (grade 1-5)
3 Tahun Akademik Juli sampai dengan Juni September sampai Agustus
4 Pembiayaan pendidikan
  • Sekolah Negeri dibiayai oleh pemerintah
  • Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi
  • Sekolah Azhar dibiayai oleh pemerintah
  • Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi
5 Waktu Belajar Hari Senin – Sabtu

 

Pada umumnya jam belajar per hari sebanyak 6 jam

Hari Ahad – Kamis

Hari jumat, sabtu libur

Pada umumnya jam belajar per hari sebanyak 6 jam

6 Kurikulum Mata Pelajaran
  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Matematika
  5. Ilmu Pengetahuan Alam
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial
  7. Seni Budaya dan Keterampilan
  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
  9. Muatan Lokal
Dari grade 1 – grade 3

  1. Bahasa arab
  2. Matematika
  3. Seni
  4. Olah raga
  5. Al-Quran
  6. Agama
  7. Khot
  8. Imla’
  9. Insya

Mulai dari grade 4 – 5 mata pelajarannya ditambah

  1. Biologi
  2. Sejarah
  3. Bahasa Inggris
7 Evaluasi
  1. Ujian Nasional
  2. Ujian naik kelas berdasarkan nilai harian, sikap, ujian semester
  3. Soal UN pilihan ganda
  4. Ujian per Grade
  5. Ujian kenaikan dari grade 1 sampai grade 3 ditentukan oleh sekolah
  6. Mulai dari grade 4, soal ujian dari pusat
  7. Soal UN Essay
8 Konsekuensi UN  Jika siswa tidak lulus ujian nasional tahap 1, siswa harus mengikuti UN tahap 2. Jika siswa tidak lulus pada tahap 2, mereka harus mengikuti program kejar paket A. Jika siswa tidak lulus pada Ujian mereka harus mengulang pelajaran pada grade yang mereka belum lulus.
9 Tujuan Pendidikan Tertuang dalam bentuk TIU yang terdapat dalam silabus dari BSNP dan untuk TIK dapat dikembangkan oleh Guru.
  1. Menyiapkan dan mengembangkan warga Mesir dengan cara yang akan membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang berubah modern untuk menghadapi tantangan terbarukan, selain memungkinkan mereka untuk memahami dimensi religius, nasional, dan budaya dari identitas mereka.
  2. Memberikan masyarakat dengan warga negara yang telah menguasai keterampilan ilmiah dasar, dengan penekanan khusus pada keterampilan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu-ilmu masa depan (sains, matematika, dan bahasa).
  3. Menyediakan warga dengan pengetahuan dasar penting tentang kesehatan, gizi, lingkungan, dan isu-isu pembangunan yang terkait.
  4. Menyiapkan dan membantu warga untuk mengembangkan keterampilan dipindahtangankan, termasuk kemampuan analisis, berpikir kritis, keterampilan ilmiah, dan keterampilan pemecahan masalah yang dapat memungkinkan mereka untuk merespon tuntutan terus-menerus dan menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
10 Program pemerintah Bebas buta aksara Buta aksara pada perempuan cukup banyak
11 Ekstra kurikuler Pramuka Tidak ada

 

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa:

1. Usia dan Masa belajar

Usia siswa yang sekolah di sekolah dasar (SD) yang ada di Indonesia yaitu 6-12 tahun sedangkan di mesir pada jenjang Primary school usianya 6-11 tahun, terdapat perbedaan 1 tahun pada kedua negara ini, hal ini disebabkan di negara indonesia siswa wajib mengikuti kelas 1 SD sampai dengan kelas 6 SD sedangkan di negara Mesir siswa diwajibkan mengikuti Grade 1 sampai dengan grade 5.                                                                                                 Di negara indonesia siswa wajib mengikuti kelas 1 SD sampai dengan kelas 6 SD jadi masa sekolah yang harus dilewatinya lebih kurang 6 tahun, sedangkan di negara Mesir siswa diwajibkan mengikuti Grade 1 sampai dengan grade 5 maka masa sekolah yang harus dilewatinya lebih kurang 5 tahun. Namun jika apabila mereka tidak lulus pada jenjang tertentu maka mereka harus mengulang dan menambah waktu belajarnya.

2. Tahun Akademik, Pembiayaan, Waktu belajar, Ekstra kurikuler, Program buta Aksara dan Kurikulum

Di Indonesia dimulainya pembelajaran biasanya pada bulan Juli sampai dengan Juni, sedangkan di Mesir mulai pada bulan September sampai Agustus, Sekolah Negeri dibiayai oleh pemerintah Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi dan hal ini sama dengan halnya di Negara mesir. Waktu belajar untuk tingkat SD umumnya jam 07.30 WIB – 12.30WIB sedang di mesir jam 09.00 – 15.00 jadi kalau di Indonesia sekitar 6 jam pelajaran dan di Mesir 6 jam juga, hanya berbeda dari segi waktu. Mata pelajaran yang di ajarkan di Indonesia:

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Matematika
  5. Ilmu Pengetahuan Alam
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial
  7. Seni Budaya dan Keterampilan
  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
  9. Muatan Lokal

Mata pelajaran yang di ajarkan di Mesir: Dari grade 1- grade 3

  1. Bahasa arab
  2. Matematika
  3. Seni
  4. Olah raga
  5. Al-Quran
  6. Agama
  7. Khot
  8. Imla’
  9. Insya

Mulai dari grade 4 -5 mata pelajarannya ditambah

  1. Biologi
  2. Sejarah
  3. Bahasa Inggris

Hari sekolahnya di Indonessia mulai dari hari senin sampai dengan hari sabtu pada hari minggu libur, sedangkan di mesir hari sekolah yaitu hari minggu sampai hari kamis. Dan di keduanya pada haru besar atau tanggal merah juga di liburkan. Di Indonesia pada tingkat pendidikan dasar sudah ada ekstra kurikuler, namun dimesir kegiatan ekstrakurikuler tidak ada.

3. Evaluasi

Evaluasi yang ada di negara Indonesia untuk kenaikan kelas berdasarkan nilai harian, sikap, ujian semester, soal yang diberikan pada saat ujian semester biasanya berasal dari Departemen Pendidikan yang ada di kabupaten masing- masing. Sedangkan di Mesir untuk naik ke grade selanjutnya penilaian tidak berasal dari kegiatan sehari- hari dan sikap. Tetapi dari ujian semester, soalnya berasal dari pemerintah pusat.                                                     Soal yang diberikan pada saat Ujian Semesteran dan Ujian Nasional jika di Indonesia menggunakan soal pilihan ganda, dimesir menggunakan soal Esay.                                            Sistem pengkoreksian di Mesir cukup baik dan murni karena pada lembar jawaban siswa tidak dicantumkan nama siswanya hanya ada no peserta ujian. Sedangkan di Indonesia di Lembar jawaban dicantumkan nama siswa.

4. Tujuan Pendidikan SD

Di Indonesia tujuan pembelajaran pada Sekolah Dasar (SD) Tertuang dalam bentuk TIU yang terdapat dalam silabus dari BSNP dan untuk TIK dapat dikembangkan oleh Guru. Sedangkan di Mesir Menyiapkan dan mengembangkan warga Mesir dengan cara yang akan membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang berubah modern untuk menghadapi tantangan terbarukan, selain memungkinkan mereka untuk memahami dimensi religius, nasional, dan budaya dari identitas mereka. Memberikan masyarakat dengan warga negara yang telah menguasai keterampilan ilmiah dasar, dengan penekanan khusus pada keterampilan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu-ilmu masa depan (sains, matematika, dan bahasa). Menyediakan warga dengan pengetahuan dasar penting tentang kesehatan, gizi, lingkungan, dan isu-isu pembangunan yang terkait. Menyiapkan dan membantu warga untuk mengembangkan keterampilan dipindahtangankan, termasuk kemampuan analisis, berpikir kritis, keterampilan ilmiah, dan keterampilan pemecahan masalah yang dapat memungkinkan mereka untuk merespon tuntutan terus-menerus dan menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.                    Jadi dapat di simpulkan bahwa perbedaan sistem pendidikan sekolah dasar di negara Indonesia dan Mesir, adalah sebagai berikut:

  1. Waktu belajar untuk SD lebih cepat di Mesir lebih cepat 1 tahun di bandingkan dengan Indonesia.
  2. Hari libur sekolah di Mesir 2 hari, sedangkan di Indonesia hanya 1 hari.
  3. Sistem ujian di mesir, untuk ujian naik grade soalnya berasal dari pemerintah sedangkan di Indonesia berasal dari ujian semester, ulangan harian dan sikap.
  4. Sistem Evaluasipun cukup baik, soal Ujian Nasional mereka berbentuk Essay sedangkan di Indonesia Pilihan Ganda
  5. Sistem Pengkoreksiannyapun baik, dilembar jawaban tidak di cantumkan nama siswa sedang di Indonesia di cantumkan.
  6. Di Mesir adanya penyesuaian mata pelajaran yang diberikan sesuai dengan usia siswa.

BAB. III

PENUTUP

1. Simpulan

  1. Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir.
  2. Tujuan pendidikan di Mesir adalah Menyiapkan dan mengembangkan warga Mesir dengan cara yang akan membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang berubah modern untuk menghadapi tantangan globalisasi. Selain memungkinkan mereka untuk memahami dimensi religius, nasional, dan budaya dari identitas mereka.
  3. Perbedaan sistem pendidikan sekolah dasar di negara Indonesia dan Mesir, adalah (1) waktu belajar untuk SD lebih cepat di Mesir lebih cepat 1 tahun di bandingkan dengan Indonesia. (2) Hari libur sekolah di Mesir 2 hari, sedangkan di Indonesia hanya 1 hari. (3) Sistem ujian di mesir, untuk ujian naik grade soalnya berasal dari pemerintah sedangkan di Indonesia berasal dari ujian semester, ulangan harian dan sikap. (4). Sistem Evaluasipun cukup baik, soal Ujian Nasional mereka berbentuk Essay sedangkan di Indonesia Pilihan Ganda. (5). Sistem Pengkoreksiannyapun baik, dilembar jawaban tidak di cantumkan nama siswa sedang di Indonesia di cantumkan. (6). Di Mesir adanya penyesuaian mata pelajaran yang diberikan sesuai dengan usia siswa.

2. Saran

Dari simpulan di atas, kita dapat menyadari bahwa betapa pentingnya pendidikan. Untuk itu, kita harus tetap terus semangat dan berjuang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Negara tercinta kita.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_tingkat_melek_huruf, di akses pada tanggal 22 Februari 2012

http://en.wikipedia.org/wiki/Education_Index, di akses pada tanggal 22 Februari 2012

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/11/komparasi-pendidikan-sd-di-indonesia-dan-mesir/. Di akses pada tanggal 22 Februari 2012

http://dharwanto.blogspot.com/2011/12/perbandingan-pendidikan-di-mesir-dan-di.html. diakses pada tanggal 22 februari 2012

http://omensa4691.blogspot.com/2011/06/komparasi-manajemen-pendidikan-mesir.html. diakses pada tanggal 22 februari 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 848,625 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: