Book Report (resensi) Instructional Technology and Media For Learning karangan Sharon E. Smaldino

                        Instructional Technology and Media For Learning karangan Sharon E. Smaldino, Deborah L. Lowther and James D. Russel edisi Sembilan mencakup 12 bab yang terdiri dari:

  1.   Teknologi dan media: memudahkan pembelajaran
  2.   Strategi-strategi pengajaran: memudahkan teknologi dan media
  3.   Prinsip-prinsip visual: merancang materi yang efektif
  4.   Model Assure: menciptakan pengalaman belajar
  5.   Komputer dan multimedia: mengakses dunia digital
  6.   Pendidikan jarak jauh: menghubungkan para pemelajar melampaui ruang kelas
  7.   Belajar online: belajar melalui jaringan internet dan komputer
  8.   Material dan Display pengajaran: Menggunakan media
  9.   Visual: meningkatkan belajar dengan visual
  10. Audio: menyimak dan belajar
  11. Video: meningkatkan belajar dengan benda bergerak
  12. Tren dalam teknologi dan media: melihat kedepan

Teknologi dan media: memudahkan pembelajaran membahas pendekaran sistematik untuk pemanfaatan teknologi dan media untuk memudahkan siswa belajar yang berlangsung baik di dalam maupun di luar ruang  kelas. Kata teknologi berasal dari bahasa yunani technologia. Techne artinya kemampuan dan logia artinya ungkapan. Teknologi merupakan istilah yang luas berkaitan dengan pemanfaatan dan pengetahuan tentang perkakas dan keterampilan (dalam Wikipedia: 2006). Teknologi pengajaran yang merupakan pemanfaatan dan pengetahuan spesifik dari perkakas dan keterampilan dalam pendidikan. Teknologi pengajaran biasanya di pandang dari persfektif guru. Media bentuk jamak dari perantara (medium) merupakan sarana komunikasi. Berasal dari bahasa latin medium (antara). Istilah ini merujuk pada apa saja yang membawa informasi antara sebuah sumber dan sebuah penerima. Ada enam kategori dasar media adalah teks, audio visual, video, perekayasa (manipulative), (benda-benda), dan orang-orang. Tujuan dari media adalah untuk memudahkan komunikasi dan belajar. Sebuah format media merupakan bentuk fisik yang didalamnya pesan disertakan dan ditampilkan. Format video mencakup, sebagai misal papan tulis penanda, (visual dan teks), slide power point (teks dan visual), CD (suara dan musik), DVD (video),  dan multimedia komputer (audio, teks dan video). Masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan yang berbeda-beda dalam hal jenis pesan yang dapat direkam dan ditampilkan. Bahan-bahan pengajaran merupakan benda-benda spesifik yang digunakan dalam sebuah pelajaran yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Ketika guru menggunakan komputer, piranti keras pendidikan jarak jauh, atau internet untuk pengajaran. Peran teknologi dan media dalam belajar baik dari perspektif guru maupun perspektif siswa. Para siswa bisa belajar dari berbagai lingkungan, dari ruang kelas formal hingga belajar nandiri yang informal. Pendidikan jarak jauh dan format belajar mandiri bisa menjadi wahana bagi penyediaan pengajaran. Baik itu pengajaran tatap muka di ruang kelas maupun pendidikan jarak jauh sama-sama tidak efektif kecuali para pemelajar aktif terlibat dengan bahan-bahan dan memiliki kesempatan berlatih dengan umpan balik.

Strategi-strategi pengajaran: memudahkan teknologi dan media membahas lebih terperinci tentang strategi pengajaran, termasuk teknologi dan media yang bisa digunakan untuk membantu belajar. Strategi pengajaran yang di bahas antara lain presentasi, demonstrasi, latihan dan praktik, tutorial, diskusi, pembelajaran kooperatif, permainan, simulasi, penemuan dan penyelesaian masalah. Strategi pengajaran yang terencana baik yang menyertakan teknologi dan media meningkatkan belajar terlepas dari bidang studi, pemelajar dan lingkungan belajar sehingga guru belajar untuk merancang, menerapkan, dan mengevaluasi stratetegi pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa melalui pemanfaatan teknologi dan media. Ada empat teori belajar utama yaitu behavioris, kognitivis,  konstruktivis dan psikologi sosial yang berdampak pada strategi pengajaran yang digunakan dalam ruang kelas saat ini. Terdapat dua kelompok strategi pengajaran, yang berpusat pada guru dan berpusat pada siswa. Sementara tidak ada satu cara pun yang paling tepat untuk mengajar, guru memiliki berbagai macam strategi pengajaran yang mereka bisa gunakan untuk membantu memudahkan pembelajaran siswa. Para guru perlu membuat keputusan tentang kebutuhan belajar para siswa  mereka dan memilih strategi pengajaran yang paling cocok untuk membantu para siswa mencapai hasil belajar.

Prinsip-prinsip visual: merancang materi yang efektif membahas peran visual dalam belajar, menawarkan panduan untuk membuat visual yang efektif dan menjelaskan literasi visual, menjelaskan upaya memahami perancangan visual dan menciptakan visual yang secara efektif mendukung dan meningkatkan belajar siswa. Pentingnya  visual untuk belajar. Dengan memulai konsep literasi (pemahaman) visual dan menyajikan aspek-aspek penting dari memahami dan membuat visual. Para siswa paling baik  belajar ketika visual digunakan dalam instruksi. Kemudian membahas berbagai peran  yang dijalankan visual antara lain: Menyediakan acuan konkret bagi gagasan,  Membuat gagasan abstrak menjadi konkret,  Memotivasi Pembelajar, Mengarahkan perhatian, Mengulangi Informasi, Mengingatkan kembali pembelajaran sebelumnya, dan Mengurangi Usaha Belajar. Menjelaskan enam jenis visual yaitu: Realistik Visual, Analogic visual, Organisasional visual,   Relasional , Interpretatif, dan Transformasional. Serta memberikan panduan penting baik untuk unsur-unsur  visual mencakup pengaturan, keseimbangan, warna, kemudahan dibaca dan menarik. Sedangkan unsur-unsur teks dalam visual seperti gaya, ukuran, spasi, warna, dan huruf  besar. Untuk membantu anda dalam merencanakan dan membuat berbagai visual berbentuk gambar ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain perkakas perencanaan, teknik pembuatan huruf, menggambar, membuat sketsa dan membuat kartun (clip art), merancang visual dengan komputer, membuat grafis presentasi, membuat OHP, dan menangkap gambar (Fotografi dan pemindai).

Model Assure: menciptakan pengalaman belajar memperkenalkan model assure. Model assure ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan  bermakna bagi peserta didik. Kemudian memperlihatkan bagimana model itu bisa digunakan untuk merencanakan mata pelajaran yang secara efektif seperti melalui tahapan-tahapan seperti Analisis Pembelajar (Karakteristik umum, Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar, Gaya belajar).  Menentukan Standard Dan Tujuan (Merumuskan tujuan dan standar dalam Pembelajaran, Tujuan pembelajaran yang berbasis ABCD,  Tujuan pembelajaran dan perbedaan individu). Memilih Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar (Memilih Strategi Pembelajaran, Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar). Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar (review materi, siapkan bahan, siapkan lingkungan, peserta didik, dan memberi pengalaman belajar). Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik (latihan penggunaan teknologi, dan umpan balik) dan tarakhir mengevaluasi dan merevisi (penilaian hasil belajar siswa, menilai dan memperbaiki strategi, teknologi dan media,  revisi strategi, teknologi dan media) dengan menggunakan teknologi dan media  untuk mendukung dan meningkatkan pembelajaran,  model assure menggabungkan  bagian yang penting dari  perencanaan pengajaran.

Komputer dan multimedia: mengakses dunia digital membahas komputer dan sumber daya multimedia yang siap digunakan di dalam ruang kelas serta bagaimana cara memilih piranti lunak untuk mendukung pembelajaran siswa dan memberi informasi mengenai komponen dan pilihan pengaturan ruang  kelas. Komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya. Komputer memiliki kemapuan untuk mengendalikan dan memadukan beragam media-gambar diam dan bergerak, grafik, dan suara, serta informasi cetakan. Komputer juga bisa merekam, menganalisis dan bereaksi terhadap respons siswa yang diketik pada subuah papan tombol, yang dipilih menggunkan mouse, atau diaktifkan oleh suara. Multimedia adalah media yang menggunakan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, video, dan animasi secara terintrasi. Jadi, multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali. Komputer dan multimedia dalam ruang kelas sebagai perangkat informasi ( menulis, berhitung, memperoleh kembali informasi, peralatan pengajaran, pengembangan konsep, dan penyelasaian masalah) dan sebagai perangkat kreativitas. Komputer sejauh ini merupakan perangkat teknologi pengajaran yang paling umum dan paling penting digunakan dalam pendidikan. Para siswa bisa menggunakan komputer untuk pengalaman  belajar yang aktif dan langsung dirasakan. Guru bisa menggunakan komputer untuk membantu mengumpulkan informasi mengenai kemajuan siswa di ruang kelas dan untuk menyisipkan material pengajaran. Entah itu guru memiliki satu atau beberapa komputer di ruang kelas, guru bisa secara efektif memadukannya dalam pembelajaran siswa, karena banyak sekolah memiliki lab komputer. Dengan meningkatnya kemudahan penggunaan komputer dan multimedia menjadi perangkat yang lebih alamiah untuk digunakan dalam penyelasaian dan strategi belajar kooperatif.

Pendidikan jarak jauh: menghubungkan para pemelajar melampaui ruang kelas membahas bagaimana pendidikan jarak jauh bisa digunakan para siswa yang tidak berada di lokasi yang sama. Memperkenalkan konsep pendidikan jarak jauh dan belajar jarak jauh dan menyediakan mengenai sistem penyampaian telekomunikasi audio dan video. Pendidikan jarak jauh bukanlah hal baru baik audio dan televisi merupakan sumber daya yang telah digunakan bertahun-tahun dalam situasi pengajaran jarak jauh, sumber daya ini semua telah digabungkan kedalam lebih banyak kesempatan belajar bagi para siswa. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara pendidik dengan peserta didik/warga belajar. Fungsi pendidikan jarak jauh antara lain: Penyajian informasi, Praktek dengan umpan balik, dan akses sumber daya belajar. Peran pendidikan jarak jauh seperi peran bagi para siswa yaitu Kemajuan teknologi interaksi di antara dua tempat dan beberapa tempat memudahkan para siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran mereka, tetapi tanggung jawab guru untuk mengatur dan mendorong interaktivitas, memandu para siswa berinteraksi dengan tepat. Peran guru dalam ruang kelas pendidikan jarak jauh, adalah penting untuk memikirkan suasana dalam situasi baru. Ruang kelas yang merupakan serangkaian ruangan yang terhubung secara elektronis. Peran Fasilitator,  fasilitator mungkin saja seorang guru lainnya atau pembantu ruang kelas yang hadir di tempat-tempat yang jauh. Tugas fasilitator dari fasilitator berbeda-beda tergantung pada konten pengajaran dan kebutuhan guru kelas. Peran Teknologi, teknologi pendidikan jarak jauh bisa berupa audio dan  video, guru mungkin harus mengubah material pengajaran yang ada. Salah satu keuntungan utama memiliki akses kepada sumber daya audio dan televise adalah bahwa guru bisa memperkuat belajar siswa dan membawa sumber daya tambahan ke dalam ruang kelas. Gabungan antara ruang kelas pada umumnya dan sumber daya pendidikan jarak jauh telah memungkinkan bagi para siswa dari seluruh tingkat kemampuan untuk meningkatkan pendidikan mereka.

Belajar online: belajar melalui jaringan internet dan komputer. Belajar online ( juga dikenal sebagai belajar electronic learning atau e-learning) merupakan hasil dari pengajaran yang disampaikan secaar elektronik menggunakan media berbasis komputer. Materialnya seringkali diakses melalui sebuah jaringan termasuk situs web, internet, intranet, CD dan DVD. E-learning tidak hanya mengakses informasi (misalnya meletakkan halaman web)  tetapi juga membantu para pemelajar dengan hasil-hasil yang spesifik (misalnya mencapai tujuan). Selain menyampaikan pengajaran e-learning bisa memantau kinerja pemelajar dan melaporkan kemajuan pemelajar. Kesempatan belajar online terus meluas, lebih banyak sumber daya tersedia bagi para siswa dan guru untuk meningkatkan dan memperluas kegiatan ruang kelas. Guru tidak lagi terbatas pada material mereka miliki dalam kelas mereka atau dalam pusat media sekolah. Mereka bisa mengakses sumber daya dari seluruh dunia. Mereka bisa memberikan siswa dengan pengalaman seperti WebQuest. Webquest merupakan aktivitas simulasi berorientasi penyelidikan dimana beberapa atau seluruh informasi dimana para siswa berinteraksi berasal dari sumber daya di internet. Guru bisa menggunakan “Webquest” untuk membantu para siswa menggunakan web secara efektif dalam mengumpulkan informasi dalam kegiatan yang berpusat pada siswa. Kemudian jaringan adalah pengetahuan  umum bahwa komputer dapat digunakan untuk menghubungkan siswa dengan masyarakat dan sumber daya yang ada diluar kelas seperti Jaringan Area Lokal (LAN), Jaringan Area Luas (WAN), Jaringan Nirkabel, Internet, World  Wide Web, dan Intranet. Manfaat jaringan yaitu setiap orang bisa berkomunikasi dalam jaringan dan setiap individual bisa mengakses informasi yang diperlukan. Belajar online membantu mereka untuk belajar menggunakan internet sebagai sumber informasi. Para siswa bisa menjangkau siswa lainnya dan para ahli untuk bertukar gagasan. Internet telah membuka ruang kelas pada melimpahnya informasi ke seluruh dunia.

Material dan Display pengajaran: Menggunakan media untuk melibatkan pemelajar membahas berbagai cara untuk melibatkan pemelajar dengan materi pengajaran dan bagaimanakah menampilkan materi tersebut. Pusat belajar dan penggunaan materi cetakan, benda dan model membawa benda nyata ke dalam kelas, selain itu banyak paket piranti lunak komputer menyertakan perekayasa dan lembar kerja bagi siswa untuk digunakan sebagai bagian dari pengalaman belajar mereka. Para siswa sering kali menyusun sendiri display dan diorama sebagai bagian dari kegiatan belajar mereka. Banyak dari material dan display pengajaran seperti Pusat belajar, Modul Pengajaran, Sistem Belajar Terpadu (ILS), Perekayasa (benda aktual atau objek riil, model dan model rakitan). Perekayasa dan piranti lunak komputer (kit multimedia, Materi cetakan, Tempat display (papan kapur, papan putih, papan putih elektronik, bulletin board, papan kain, papan magnetic dan diagram putar), Pameran (kunjungan lapangan, display dan diorama. Materi tidak harus bersifat digital atau mahal agar bermanfaat. Materi pengajaran berwujud dalam berbagai format, dari salah satu ujung dari kontinum konkret abstrak hingga ke ujung satunya, dari objek riil hingga material cetakan. Mereka bisa menjadi alat yang efektif untuk melibatkan siswa dan memudahlan belajar jika digunakan sebagimana mestinya. Mereka bisa di pajang dalam berbagai cara pula. Kemudian menelusuri penggunaan materi tersebut dalam pusat belajar, modul pengajaran dan pameran, membahas keuntungan dan keterbatasan meraka serta kapan dan bagaimana mengunakannya secara efektif.

Visual: meningkatkan belajar dengan visual. Visual merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan belajar. Yang akan di bahas seperti pemilihan dan penggunaan visual untuk belajar. Jenis-jenis spesifik visual adalah yang non terproyeksi dan terproyeksi. Visual non terproyeksi, seperti gambar diam, gambar, bagan, grafik, poster dan kartun yang mudah digunakan karena tidak membutuhkan perlengkapan apapun. Sedangkan visual terproyeksi merupakan format media-media gambar diam diperbesar dan ditampilkan dilayar, meliputi semua yang barasal dari piranti lunak presentasi, gambar digital, kamera dokumen, dan proyektor OHP seluruhnya memiliki keuntungan dan keterbatasan masing-masing, serta teknik untuk memadukan dan memanfaatkan mereka di ruang kelas. Visual merupakan salah satu alat penting bagi pembelajaran dan seharusnya digunakan semestinya baik oleh guru maupun siswa.

Audio: menyimak dan belajar membahas media audio dan bagaimana manfaat audio sehingga bisa digunakan secara efektif dalam ruang kelas. Media audio berfungsi untuk merekam dan memancarkan suara manusia dan suara-suara lainya untuk tujuan pengajaran. Meskipun pengajaran dan perangkap perekaman telah berubah, dasar-dasar mengunakan audio untuk mengajar dan belajar tetap sama. Dari sudut pandang pengajaran adalah penting untuk menyertakan audio, terlepas dari sumbernya (CD, pemutar MP3, komputer, Web atau kaset audio) dalam berbagai cara baik format digital maupun analog. Kemudian ada beberapa teknik untuk memilih berbagai format dan material audio serta teknik untuk membuat dan menyunting material audio. Media audio menyajikan keuntungan dan keterbatasan yang mencolok serta pengintegrasian audio kedalam pengajaran. Kemudian membahas  proses dan mendengar dan menyimak cukup teperinci, termasuk teknik untuk mengembangkan kemampuan menyimak.

Video: meningkatkan belajar dengan benda bergerak membahas karekteristik  dan penggunaan efektif dari video dalam belajar yang menyajikan informasi mengenai berbagai jenis teknologi video yang tersedia bagi guru dan dapat membawa manfaat untuk memudahkan belajar siswa. Video dapat diproduksi oleh siswa serta oleh guru. Pada awalnya konsep video sinonim dengan konsep televisi penyiaran, tetapi konsep tersebut telah meluas secara dramatis dalam 60 tahun terakhir. Format media elektronik yang mengunakan “gambar bergerak” untuk menyajikan sebuah pesan bisa dianggap sebagai video. Istilah video merujuk pada penyimpanan elektronik dari gambar-gambar bergerak (kaset video, DVD, Video berbasis computer, dan Video internet). Ada banyak aplikasi video yang menarik di ruang kelas. Video menyediakan karakteristik khusus yang bisa di sediakan dalam belajar terutama yang melibatkan gambar bergerak. Atribut-atribut khusus video (Rekayasa Waktu, Kompresi Waktu, Perluasan Waktu, Rekayasa Tempat, Animasi dan memahami konvesi video) bersama dengan keuntungan dan keterbatasannya. Terdapat dua macam format video, yaitu analog (kaset video)  dan digital (DVD, Video Berbasis Komputer, Video Internet, Video Terkompresi,Streaming Video). Kemudian memilih (mengevaluasi video dan video bersponsor), memproduksi ( perekaman dan penyuntingan) dan memadukan video kedalam kegiatan belajar siswa. Memproduksi video bisa bersifat pendidikan bagi para siswa dan memungkinkan para guru untuk menyajikan materi.

Tren dalam teknologi dan media: melihat kedepan. Sekolah di masa depan akan bebeda. Peran guru dan penggunaan teknologi dan media harus berubah jika sekolah ingin menyiapkan kontribusi pada dan berhasil dalam masyarakat global yang bergantung pada teknologi. Peralihan dari ruang kelas tradisional ke digital, inovasi-inovasi baru yang bermuncukan, sekolah masa depan. Penggunaan teknologi dan media memiliki dampak yang signifikan pada sekolah dan memberikan menampakan sekilas sekolah masa depan. Teknologi dan media pendidikan memberikan guru perangkat untuk melibatkan para siswa dalam belajar. Sebagi seorang guru harus siap memilih perangkat terbaik untuk siswa. Perangkat semacam itu menawarkan kemungkinan hebat untuk pengembangan pembelajaran. Jika guru akan mengunakan teknologi dan media secara efektif, guru harus meracang secara sistematis mengenai penggunaannya, misalnya model assure. Model assure merupakan sebuah panduan bagi langkah-langkah utama dalam proses perencanaan. Mengikuti model assure guru mulai menciptakan pengalaman belajar dengan menakar karakteristik siswa dan tujuan-tujuan belajar yang akan dicapai. Dengan mengingat semua anda berada dalam posisi yang bagus untuk memilih jenis media atau sistem pengajaran yang akan digunakan dan untuk mempertimbangkan material spesifik yang mungkin anda butuhkan. Terakhir, untuk membantu guru, bab ini menjelaskan organisasi profesional dan jurnal profesional disertakan. Dalam bagian ini menentukan penggunaan teknologi dan media di masa depan sehingga dapat dimanfaatkan semua itu bagi pembelajaran assure.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 846,003 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: