AUDIO: Menyimak dan Belajar

PENGANTAR

            Meskipun pengajaran dan perangkat perekaman telah berubah, dasar-dasar menggunakan audio untuk mengajar dan belajar tetap sama. Dari sudut pandang pengajaran, adalah penting untuk menyertakan audio, terlepas dari sumbernya, apakah menggunakan CD, pemutar MP3, komputer, web, atau kaset audio. Ketika diamati sebenarnya para siswa SD biasanya menghabiskan

kira-kira 50 persen dari waktu sekolah mereka hanya berupa menyimak. Oleh karena itu pentingnya pengalaman audio dalam ruang kelas seharusnya tidak diremehkan. Dalam makalah ini akan membahas berbagai sarana yang dikenal sebagai media audio yang dipergunakan untuk merekam dan memancarkan suara manusia dan  suara-suara lainnya untuk tujuan pengajaran.

II   AUDIO DALAM RUANG KELAS

            Audio menambah dimensi ke dalam lingkungan ruang kelas yang memperluas dan memperdalam pengalaman belajar para sisiwa. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa contoh penggunaan audio yang bisa dilakukan dalam pembelajaran di dalam ruang kelas:

  1. Paraguru dapat menyiapkan rekaman untuk digunakan dalam pengajaran langsung, sebagai misal, seorang guru kelas dua bisa merekam arahan bagi para siswa untuk membuat kalimat dengan kartu-kartu kata. Rekaman yang di buat guru juga bisa menyediakan praktik kemampuan, seperti pelafalan bahasa asing.
  2. Sebuah proyek populer dalam kelas kajian sosial adalah perekaman riwayat lisan.Parasiswa mewawancarai para warga senior setempat terkait dengan sejarah komunitas mereka.
  3. Perekam audio dapat digunakan untuk menyajikan laporan buku.Parasiswa merekam laporan buku mereka selama masa belajar pusat media atau di rumah. Rekaman terbaik  disimpan di berkas di pusat media.
  4. Parasiswa juga dapat menggunakan perangkat portabel untuk merekam informasi yang dikumpulkan dari kunjungan lapangan. Saat kembali ke ruang kelas, para siswa bisa memutar kembali rekaman tersebut untuk diskusi dan telaah
  5. Parasiswa dapat merekam mereka sendiri saat menyebutkan, memberikan sebuah pidato, memainkan musik, dan seterusnya. Mereka kemudian bisa menyimak rekaman tersebut secara privat atau meminta penampilan tersebut dikritik oleh guru atau siswa lainnya.
  6. Dalam sebuah ruang kelas primer, seorang siswa belajar menyimak kaset audio mengenai buku cerita favoritnya, ia mengikuti seluruh isi buku untuk mengkaitkan kombinasi huruf dengan suara. Teknik ini mendorong kemampuan membaca dan meningkatkan melek huruf.
  7. Parasiswa suka mendengar dan menceritakan kisah. Kisah bisa menghibur dan informatif. Menceritakan kisah merupakan kemampuan penting untuk dikembangkan pada siswa berbagai usia. Tujuannya seharusnya adalah mengajarkan siswa untuk menyampaikan gagasan melalui komunikasi lisan.
  8. Salah satu pemanfaatan materi audio yang sering kali diabaikan adalah untuk mengevaluasi pencapaian siswa atas tujuan mata pelajaran.

III   FORMAT AUDIO DIGITAL

            Audio memiliki dua format utama: digital dan analog. Dalam perekaman digital, suara (apakah itu dalam bentuk musik, pidato atau suara) diubah menjadi informasi biner “serangkaian angka 1 dan 0, kode matematika yang sama yang digunakan dalamkomputer”.

            Audio digital melingkupi berbagai format dan cara-cara penyimpanan untuk mengakses berkas-berkas seperti streaming dan podcasting. Material pendidikan dalam format audio digital bisa dibeli pada cakram padat, diunduh atau diubah sebagai MP3, diunduh sebagai berkas WAV dari Web, atau dibuat oleh guru dan siswa.

  1. A.        Menyimpan Audio Digital

Berkas digital disimpan pada perangkat simpan digital seperti CD, hard drive, computer, flash drive, atau perekam digital yang dipegang. Berkas digital biasanya disimpan dalam format MP3 atau WAV.

  1. a.        Cakram Padat

Teknologi cakram padat (CD) telah menjadi format standar dalam pendidikan. CD menyimpan musik atau suara-suara lainnya dalam bentuk bit-bit informasi digital.

Kelebihan penggunaan CD:

  1. para pengguna CD dapat dengan mudah menempatkan pilihan di cakram;
  2. bisa memprogram mereka untuk diputar dalam urutan yang diinginkan;
  3. informasi bisa secara selektif diakses oleh pembelajar atau deprogram oleh pengajar;
  4. keuntungan terbesar adalah tahan terhadap kerusakan. Noda bisa dibersihkan dan goresan yang biasa tidak mempengaruhi pemutaran kembali.
  5. b.        MP3

MP3 (MPEG Audio Layer 3) merupakan format kompresi audio yang menjadikan berkas audio yang besar tersedia dengan mengecilkannya menjadi berkas-berkas lebih kecil yang bisa dengan cepat dan mudah diperoleh di internet.

Kelebihan dari MP3:

  1. teknologi kompresi audio MP3 mengurangi waktu unggah dan unduh dan

jumlah tempat penyimpanan;

2.  MP3 merupakan standar “terbuka” yang artinya tersedia bagi siapa saja yang

mengakses internet;

  1. peranti lunak yang komputer butuhkan untuk menggunakan berkas audio Mp3 adalah gratis bagi para pengguna.

Sisi buruknya adalah masalah hak cipta yang harus diperhatikan, tidak seluruh situs menyediakan salinan musik yang legal.

  1. c.         WAV

Sebuah berkas WAV merupakan versi digital dari audio analog yang dibuat dengan menggunakan kartu suara computer dan peranti lunak untuk mengubah dan menyimpan berkas dalam format digital.

Keuntungan penggunaan WAV adalah berkas audio yang berkualitas tinggi dan penggunaan saluran berganda untuk suara.

Keterbatasan dari berkas WAV adalah mereka cenderung merupakan berkas berkapasitas besar, sehingga sebagian besar klip audio WAV harus pendek durasinya.

  1. B.         Mengakses Audio Digital

Mengakses dan menyimak berkas audio digital dalam berbagai cara,

Termasuk streaming audio, podcasting,radio internet dan pemutar digital.

  1. a.                                 Streaming Audio

Berkas audio terkadang tersedia dalam bentuk streaming audio, yang artinya mereka dikirimkan dalam paket-paket kepada pengguna, yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menyimak bagian-bagian berkas tersebut sambil menunggu bagian tambahan lainnya dari berkas tersebut untuk diunduh. Pemutar media plug-in seperti Windows Media Player memungkinkan para siswa untuk menyimak streaming audio.

b.  Podcasting

dari kata “iPod” dan “broadcasting/penyiaran”) merupakan file audio rekaman dalam format MP3 yang disebarkan melalui internet. Berkas audio ini bisa dikirimkan secara otomatis ke “para pelanggan” dan disimpan dalam komputer mereka untuk didengarkan dalam suasana yang nyaman. Podcasting menjadikan berkas audio tersedia secara online sedemikian rupa sehingga memungkinkan peranti lunak mengunduh berkas tersebut untuk disimak dalam suasa yang nyaman. Podcasting memungkinkan para guru untuk dengan mudah merekam ceramah, foto, atau latihan bahasa asing. Podcasting menawarkan kesempatan yang luar biasa kepada para guru dan siswa agar suara mereka bisa didengar di komunitas setempat mereka atau di seluruh dunia. Podcasting bisa dianggap sebagai blogging tanpa menulis atau sebagai sebuah acara bagi seisi kelas untuk memiliki stasiun radionya sendiri.

c.            Radio Internet

Siaran radio internet radio menggunakan internet untuk menawarkan stasiun radio yang terdiri dari berbagai program: musik, olahraga, sains, cuaca, dan berita setempat, nasional, dan dunia. Program langsung dan rekaman dari seluruh dunia bisa meningkatkan mata pelajaran bahasa, kajian sosial, sains dan peristiwa-peristiwa terbaru.

d.  Pemutar Audio Digital Portabel

Pemutar audio digital portable memungkinkan pengguna untuk membawa serta file audio mereka. Ia juga disebut  “pemutar musik digital portable” karena sebagian masyarkat menggunakannya untuk memutar musik. Salah satu contohnya adalah Apple iPod.

Penerapan dalam pendidikan sama seperti kaset audio dan CD. Penerapan tersebut meliputi presentasi audio, musik yang berkaitan dengan pengajaran, buku bicara, pidato bersejarah, simfoni, dan bahasa sehari-hari. Setiap kurikulum menjadi hidup manakala audio menjadi bagian dari pengajaran.

  1. C.        Membuat Audio Digital

Teknologi perekaman audio yang baru memungkinkan para siswa untuk mendiktekan catatan, mempraktekan bahasa asing,atau melakukan wawancara di dalam komunitas.

  1. a.        Antarmuka Digital Perangkat Musik.

Teknologi antarmuka (interface) digital perangkat music (MIDI) memungkinkan para siswa untuk membuat musik dahulu dan kemudian belajar teori musik. Gardner (1993) mengidentifikasi musikal/ritme sebagai salah satu dari Sembilan aspek kecerdasan. Teknologi MIDI bisa digunakan untuk mengembangkan aspek kecerdasan ini. Para siswa bisa membuat music berbasis komputer yang bisa dibagi-bagi di antara berbagai platform peranti lunak dan peranti keras. Yang dibutuhkan adalah keyboard, sebuah interface atau antarmuka, dan program peranti lunak.

  1. b.        Menggunakan Peranti Lunak Synthesizer Digital

Para siswa bisa menggunakan peranti lunak synthesizer digital untuk membuat musik asli, program radio, dan material untuk portofolio mereka. Mereka bisa membuat presentasi audio mereka sendiri dengan suara mereka sendiri dan suara dari alam, orang lain, hewan dan mesin-mesin.

IV  FORMAT AUDIO ANALOG

            Audio analog biasanya dalam bentuk kaset pita audio, masih merupakan sumber yang umum digunakan dalam ruang kelas saat ini. Kaset pita audio digunakan bagi pusat membaca, kits aktivitas, dan pengajaran personal.

  1. a.      Menyimpan Audio Analog

Kaset pita digunakan untuk menyimpan berkas audio analog. Kaset pita diidentifikasikan berdasarkan jumlah waktu rekaman yang mereka miliki. Sebagai contoh, sebuah kaset C-60 bisa merekam 60 menit suata menggunakan kedua sisi (yaitu, 30 menit untuk tiap sisi). Kelebihannya adalah kaset tahan lama dan mudah digunakan, rekaman tidak mudah rusak dan tersimpan dengan mudah.

Terdapat sedikit kelemahan bagi kaset, misalnya kaset yang lebih lama durasinya, terutama C-120. Terkadang menjadi macet atau mudah kusut di dalam mesin pemutar karena tipisnya kaset itu. Kemudian kelemahan yang lain, respons frekuensi dan kualitas keseluruhan (fidelitas) dari alat pemutar kaset tidak sebagus alat pemutar cakram padat (CD).

  1. b.      Mengakses Audio Analog

Pemutar kaset audio tersedia dengan mudah dan sangat mudah digunakan. Pemutar/perekam kaset bersifat “masukkan dan putar”. Masukkan saja kaset dan siap diputar. Dengan pemutar kaset dan kaset audio, Para siswa bisa mendengar apa yang direkam di kaset.

V        KEUNTUNGAN PENGGUNAAN AUDIO

           Keuntungan dari penggunaan audio menurut buku Instructional Technology & Media for Learning, adalah:

  1. Tersedia di mana-mana dan mudah digunakan.
    1. Tidak mahal, dalam berkas MP3, banyak yang tersedia secara gratis atau     berbiaya murah.
    2. Bisa direproduksi, kaset audio dan berkas digital bisa digandakan dengan menggunakan peranti lunak dan perlengkapan yang sesuai dengan memperhatikan panduan hak cipta.
    3. Menyediakan pesan lisan untuk meningkatkan pembelajaran.
    4. Menyediakan informasi terbaru.
    5. Menyediakan akses-akses gratis bagi berkas-berkas audio.
    6. Ideal untuk mengajarkan bahasa asing.
    7. Merangsang pembelajar dalam pembelajaran, karena audio bisa menyajikan pesan lisan yang lebih dramatis dibandingkan teks biasa.
    8. Bisa diulang, para pengguna bisa memutar ulang sesering yang dibutuhkan untuk memahaminya.
    9. Portabel, pemutar audio adalah portabel dan bahkan bisa digunakan “di lapangan” dengan daya baterai.
    10. Memudahkan penyiapan mata pelajaran
    11. Pilihan mudah ditempatkan, dalam hal CD, guru dan siswa bisa dengan cepat menempatkan pilihan di cakram padat dan memprogram mesin untuk memutar dalam urutan yang diinginkan.
    12. Tahan kerusakan.

VI       KETERBATASAN  PENGGUNAAN  AUDIO

           Kelemahan atau keterbatasan penggunaan audio adalah:

  1. Perhatian hak cipta.
  2. Tidak memantau perhatian
  3. Kesulitan dalam penentuan kecepatan.
  4. Kebutuhan perlengkapan digitasl dan peranti lunak.
  5. Urutan yang kaku
  6. Kesulitan dalam menempatkan segmen
  7. Berpotensi terjadi penghapusan tidak disengaja.

VII       INTEGRASI

             Material audio yang telah direkam sebelumnya tersedia untuk berbagai mata pelajaran. Untuk kelas music, CD bisa digunakan untuk memperkenalakan materi baru atau untuk menyediakan iringan music. Suara berbagai perangkat music bisa dijadikan secara individual atau dalam gabungan. Di tingkat prasekolah dan TK, pemutar kaset audio dan CD bisa digunakan untuk mengembangkan ritme, menceritakan kisah, memainkan permainan, dan memeragakan kisah atau lagu. Aplikasi umum dari media audio adalah dalam pusat belajar.

Menggunakan Berkas Audio Digital dalam Multimedia

Salah satu cara untuk meningkatkan multimedia seperti powerpoint atau eZediaMX adalah menambahkan file audio. Menggunakan audio di dalam presentasi multimedia bisa meningkatkan minat atau focus terhadap topic yang sedang disajikan.

VIII      MENDENGAR DAN MENYIMAK

             Mendengar dan menyimak bukanlah hal yang sama, meskipun saling berkaitan. Sederhananya, kita bisa katakana mendengar adalah proses fisiologis sementara menyimak adalah proses psikologis.

             Secara fisiologis, mendengar adalah proses dimana gelombang suara yang memasuki telinga bagian luar dipancarkan ke gendang telinga bagian tengah, dan diubah di telinga bagian dalam menjadi sinyal (impulse) yang bergerak menuju otak.

             Secara psikologis dari menyimak dimulai dari kesadaran dan perhatian seseorang tentang suara atau pola pembicaraan (menerima), yang dilanjutkan dengan identifikasi dan pengenalan auditori spesifik (penguraian makna), dan berakhir dengan pemahaman (mengerti). Pemancaran dan penerimaan mungkin saja terhambat oleh sejumlah halangan. Pertama, volume suara mungkin saja terlalu kecil atau terlalu besar. Kedua, suara yang selalu monoton, ketiga adalah kemampuan mendengar seseorang mungkin secara fisik terhambat.

IX         MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENYIMAK

             Hingga belakangan ini, banyak perhatian dalam pendidikan formal dicurahkan bagi keterampilan membaca dan menulis, dan sedikit sekali yang dicurahkan bagi keterampilan berbicara, dan jelas sedikit sekali yang dicurahkan bagi kemampuan menyimak. Sekarang, bagaimanapun juga, para pendidik mengakui keterampilan menyimak sebagai sebuah kemampuan yang seperti seluruh kemampuan lainnya, bisa ditingkatkan dengan berlatih. Mendengar merupakan dasar dari menyimak, oleh karena itu, seharusnya pertama-tama mengetahui bahwa seluruh siswa bisa mendengar dengan normal. Selanjutnya bisa digunakan sejumlah teknik untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa, diantaranya:

1)      Memandu menyimak, untuk membantu proses menyimak, berikan siswa beberapa tujuan atau pertanyaan sebelumnya.

2)      Memberikan arahan, berikan arahan kepada siswa secara individual atau sebuah kelompok melalui rekaman audio.

3)      Meminta siswa untuk menyimak gagasan utama, detail atau kesimpulan. Mintalah para siswa untuk menyimak gagasan utama dan kemudian menuliskannya.

4)      Gunakan konteks dalam menyimak, para siswa lebih belia bisa belajar membedakan makna dalam konteks auditori dengan menyimak kalimat yang kata-katanya hilang dan kemudian melengkapinya dengan kata-kata yang tepat.

5)      Menganalisis struktur sebuah presentasi, mintalah para siswa untuk menganalisis dan mengatur sebuah presentasi lisan. Itu bisa menentukan seberapa bagus mereka mampu melihat gagasan utama dan mengidentifikasi sub topik.

6)      Membedakan antara informasi yang relevan dengan yang tidak relevan. Setelah menyimak sebuah presentasi lisan tentang informasi, mintalah siswa untuk mengidentifikasi gagasan utama dan kemudian menilai (dari yang paling hingga yang sama sekali tidak relevan) seluruh gagasan yang disajikan.

DAFTAR PUSTAKA

Smaldino, Sharon. Lowter, Deborah. Russel, James D. 2011. Teknologi    Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 846,003 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: