MATERIAL DAN DISPLAY PENGAJARAN: Menggunakan Media Untuk Melibatkan Pemelajar

Pusat belajar

Sebuah kombinasi dari material pengajaran, pusat belajar (learning center) merupakan lingkungan yang serba lengkap yang dirancang untuk meningkatkan belajar inividu atau kelompok kecil yang focus pada specific. Sebuah pusat belajar mungkin sesederhana beberapa kursi dan satu meja, yang sekitarnya para siswa berdiskusi, atau ia mungkin secanggih beberapa komputer berjaringan yang di gunakan oleh sebuah kelompok untuk penelitian kolaboratif dan penyelesaian.

Keuntungan

  • Menilai kecepatan belajar sendiri

Pusat belajar mendorong para siswa untuk mengemban tanggung jawab ats dasar belajar mereka sendiri dan memungkinkan mereka untuk belajar berdasar kecepatan mereka sendiri, sehingga mengurangi kemungkinan kegagalan dan meningkatkan kemungkinan sukses.

  • Belajar aktif

Pusat belajar memungkinkan partisipasi siswa dalam pengalaman belajar, bagi respon siswa, dan bagi umpan balik yang cepat untuk respon siswa.

  • Peran guru

Pusat belajar memungkinkan guru memainkan lebih banyak peran Pembina, berkeliling kelas dan menyediakan bantuan bagi para siswa ketika mereka membutuhkanya

Keterbatasan

  • Biaya

Sejumlah besar waktu harus dihabiskan dalam perencanaan dan pengaturan pusat belajar dan dalam mengumpulkan dan menyusun materi pusat belajar. Perlengkapan dan materi yang digunakan dalam pusat belajar juga berbiaya besar. Penyimpanan materi yang tidak di gunakan bisa menimbulkan masalah.

  • Pengelolaan

Para guru yang menggunakan pusat belajar harus sangat bagus dalam pengaturan dan pengelolaan ruang kelas.

  • Tanggung jawab siswa

Bentuk belajar mandiri apapun akan berhasil hanya jika para siswa mampu dan mau mengemban tanggung jawab untuk belajar mereka sendiri.

Integrasi

Beberapa jenis pusat belajar terspesialisasi di jelaskan dalam paragraf berikut ini:

  • Pusat Keterampilan. Ini dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan praktik tambahan, terutama untuk memperkuat sebuah keterampilan yang sebelumnya diajarkan melalui media atau strategi lainnya.
  • Pusat Pemikiran. Pusat permintaan bisa meransang minat baru dan mendorong kreativitas.
  • Pusat Perbaikan. Pusat perbaikan dapat membantu para siswa yang membutuhkan bantuan tambahan dengan konsep atau kemampuan tertentu.
  • Pusat Pengayaan. Pusat pengayaan dapat menyediakan pengalaman belajar tambahan yang merangsang bagi para siswa yang telah menyelesaikan kegiatan ruang kelas yang dipersyaratkan.
  • Pusat belajar dan computer. Dalam sebuah pusat belajar, computer dapat di gunakan untuk pemerolehan informasi, penyusunan informasi, penyusunan pengetahuan, penyelesaian masalah, belajar multimedia (visual, suara, grafis dan video). Seluruh jenis pusat belajarini bisa memanfaatkan computer.

Modul Pengajaran

Sebuah modul pengajaran merupakan unit pengajaran yang lengkap dirancang untuk digunakan oleh pemelajar atau sekelompok kecil pemelajar tanpa kehadiran guru. Karena tujuan keseluruhan dari model ini adalah memudahkan belajar tanpa pengawasan yang teratur, seluruh elemen mata pelajaran yang diberikan guru biasanya harus di bentuk menjadi sekumpulan materi cetakan. Audiovisual atau yang berbasis computer (atau kombinasi apapun dari itu semua). Modul tersebut harus menarik perhatian siswa, memperkenalkan topic, menyajikan konten baru, memberikan latihan dengn kegiatan umpan balik, menguji penguasaan dan memberikan perbaikan tindaklanjut atau pengayaan. Paerbedaan utama antara sebuah modul dan sekedar buku, video atau mata pelajaran computer adalah bahwa seluruh prosedur pengelolaan pengajaran harus disediakan. Ini semua sering kali disebut wraparound.

Komponen Modul

Model pengajaran mungkin memeiliki banyak komponen berbeda:

  • Dasar Pemikiran, berikan garis besar mengenai konten modul dan sebuah penjelasan kenapa para pembelajar sebaiknya mempelajarinya.
  • Tujuan. Nyatakan dalam istilah kinerja apa yang diharapkan diperoleh pemelajar dari menyelesaikan modul.
  • Ujian masuk. Tentukan apakah pemelajartelah menguasai kemampuan prasyarat yang diperlukan untuk kemampuan prasyarat yang diperlukan untuk memulai modul.
  • Material multimedia. Gunakan berbagai teknologi dan media uantuk melibatkan para Pemelajar secara aktif dan untuk memanfaatkan pengideraan mereka.
  • Kegiatan belajar. Menggunakan berbagai macam strategi dan media dapat meningkatkan minat paar siswa dan memenuhi kebutuhan para siswa.
  • Latihan dengan umpan balik. Memberikan para pemelajar kesempatan untuk mempraktikkan setiap tujuan dan memberikan umpan balik terkait dengan ketepatan respons mereka.
  • Ujian mandiri. Memberikan kesempatan kepada paar siswa untuk meninjau kembali dan memeriksa dan kemajuan mereka sendiri.
  • Ujian penutup. Menilai apakah para siswa telah menguasai tujuan dari modul itu.

Merancang Modul

Sebuah modul sebaiknya menyertakan sebuah pengantar ke sebuah topic, terutama dalam bentuk pertanyaan atau masalah  yang akan meransang keingintahuan. Modul juga harus menyediakan pengajaran atau saran mengenai bagaimana para siswa sebaiknya menggunakan komponen modul.

Sistem Belajar Terpadu (ILS)

Banyak di sekolah salah-satu bentuk penggunaan modul berbasis computer yang sedang marak adalah system belajar terpadu (integrated Learning system-ILS), yang merujuk pada serangkaian stasium kerja computer yang erjejaring yang dilengkapi dengan piranti lunak atau akses online kesekumpulan modul atau maat pelajaran yang berurutan. System-sistem ini “terpadu”  dalam arti bahwa setiap modul terhubung dengan modul berikutnya, seluruh modul berkolerasi dengan sekumpulan tujuan, dan seluruh ujian yang disesuaikan dengan kegiatan atau tujuan.

Keuntungan

  • Menentukan kecepatan sendiri. Para siswa bisa menyelesaikan materi berdasarkan kecepatan mereka sendiri, dengan uji dan berkembang dalam interval yang teratur.
  • Kemasan total. Keuntungan terbesar adalah bahwa sebuah modul merupakan paket pengejaran terpadu.
  • Tervalidasi. Modul-modul di uji dan di validasi sebelum disebarkan.

Keterbatasan

  • Kualitas modul. Kualitas modul bervariasi; beberapa diantaranya merupakan modul latihan dan praktik yang tidak menginspirasi dan berkualitas rendah.
  • Kehilangan fleksibelitas. Salah satu persoalan yang terjadi dalam pengadopsian sebuah modul atau sebuah system belajar terpadu adalah fleksibelitas.
  • Integras kurikuler. Mungkin resiko yang paling serius dari ILS, ironisnya adalah kurangnya itegrasi dengan kurikulum.

Integrasi

ILS paling umum digunakan untuk pengajaran matematika dan seni bahasa. Seringkali, siswa yang berprestasi buruk atau yang berkebutuhan khusus akan meninggalkan ruang kelas regular mereka menuju ILS dalam sebuah ruang kubik dalam lingkungan lab. Computer. Para siswa yang terbatas di rumah bisa pula di hubungkan dengan jaringan. Bberapa system mengkhususkan dalam piranti lunak untuk perbaikan kemampuan dasar; yang lainnya menawarkan kurikulum luas yang mencakup seluruh mata pelajaran sekolah standar. Beberapa system menggunakan kemampuan jaringan untuk membuat database, seperti ensiklopedia dan perpustakaan klip video yang tersedia bagi seluruh pengguna.

Perekayasa

Perekayasa (manipulative) adalah benda-benda yang bisa di lihat dan dikelola dalam situasi belajar. Mereka sering kali disertakan dalam pusat belajar dan modul pengajaran. Kunjungan lapangan, display dan diorama mungkin menyertakan perekayasa. Semakin menarik perhatian siswa dan meningkatkan belajar karena para siswa langsung menanganinya dan memeriksanya. Terdapat tiga jenis perekayasa: benda aktual atau objek riil, model dan model rakitan.

  • Objek Riil

Objek riil bersifat konkret, yang artinya bahwa mereka terutama sesuai bagi pemelajar yang sedang menghadapi mata pelajaran yang denghannya mereka memeiliki sedikit pengalaman dalam kehidupan keseharian mereka. Objek riil sebagai sarana menyajikan informasi, memancing pertanyaan, dan menyediakan pengalaman belajar langsung dilakukan, objrk riil juga bisa memainkan peran dalam fase evaluasi dari pengajaran. Mereka bisa  di tampilkan di lokasi tengah dimana para pemelajar bisa mengindentifikasi mereka, mengelompokkan mereka, menjelaskan fungsinya, membahas manfaatnya, atau membandingkan dan membedakannya. Situasi pengujian semacam itu menekankan aplikasi dunia nyata dari topic kajian, membantu transfer pelatihan, dan membantu melampaui belajar yang sekedar lisan.

  • Model

Model merupakan refresentasi tiga dimensi dari objek riil. Sebuah model mungkin lebih besar, lebih kecil atau berukuran sama seperi benda yang mewakilinya itu. Model mungkin sangat terperinci atau disederhanakan utnuk tujuan pengajaran. Model bisa menyediakan pengalama belajar yang objek riil tidak bisa melakulan. Misalnya detail-detail penting bisa di perkuat menggunakan warna.

  • Model Rakitan

Model rakitan, representasi yang disederhanakan dari perangkat yang rumit, umum ditemui dalam pendidikan kejuruan. Dengan menyoroti unsure-unsur penting dan menghilangkan detaik-detail yang mengalihkan pertahian, model rakitan akan bisa memperjelas hal-hal yang kompleks. Mereka terkadang disusun sebagai model kerja untuk mengambarkan pengoperasian dasar dari perangkat sederhana.ini semua memungkinkan individu atau kelompokkecil siswa untuk merekayasa model rakitan berdasarkan keinginan sendiri, bekerja dengan pokok persoalan sampai mereka memahaminya. Sebagai missal, sebuah model rakitan dari computer laptop memiliki komponen internal yang tersebar pada papan yang besar dengan komponen yang berlabel dan diagram sirkuit yang  tercetak di papan tersebut.

Perekayasa dan piranti lunak computer

Panambahan perekayasa dan materi langsung untuk para siswa yang disertakan dengan paket piranti lunak computer merupakan salah satu contoh bagaimana material pengajaran tradisonal digabungkan dengan piranti lunak computer untuk menyediakan pengalaman belajar yang hebat.

Kit multimedia

Sebuah kit multimedia merupakan kumpulan material pengajaran/belajar yang melibatkan lebih dari satu jenis media dan di susun diseputaran satu topic tunggal. Kit sering kali meliputi objek riil, model dan model rakitan.mereka mungkin juga berupa CD ROM. DVD, material audio dan video, gambar diam, bahan cetakan belajar, peta, lemabr kerja, diagram, grafik dan buklet. Beberapa kit multimedia dirancang bagi guru untuk digunakan dalam presentasi di ruang kelas. Yang lainnya di rancang untuk di gunakan oleh siswa individual atau kelompok kecil.                                                                                               Guru atau spesialis media juga bisa menyiapkan multimedia. Tujuan utama dari sebuah kit adalah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajarlangsung-menyentuh, mengamati, menguji coba, untuk ingin tahu, dan untuk memutuskan.

Keuntungan

  • Realisme. Perekayasa menyediakan realisme dan mengambarkan konsep yang melibatkan tiga dimensi.
  • Minat. Perekayasa menimbulkan minat karena bersifat multisensorik.
  • Kerjasama. Perekayasa bisa menjadi mekanisme ideal untuk merangsang kerja proyek kelompok kecil.

Keterbatasan

  • Mahal. Perekayasa sering kali lebih mahal daripada materialnya lainnya yang lebih konvensional.
  • Penyimpanan. Bisa menyulitkan untuk menemukan tempat penyimpanan untuk perekayasadan untuk mengingat di manaperekayasaitu berada ketika anda menginginkan menggunakan mereka.
  • Ringkih. Beberapa perekayasa bisa dengan mudah pecahatau rusak dan mungkin tidak digunakan lagi.

Integrasi

Perekayasa sangat cocok sekali terutama bagi konten yang di dalamnya belajar penemuan di utamakan.  Anda bisa mengajukan pertanyaan untuk memandu penelusuran dan sampainya para pemelajar pada kesimpulan. Topic-topik sains sangat cocok bagi pendekatan ini.

Materi Cetakan

Materi cetakan meliputi buku cetak, buku fiksi, buklet, panflet, paduan belajar, dan lembar kerja serta dokumen olahan kata yang dibuat oleh siswa dan guru. Buku cetak telah lama menjadi dasar dari pengajaran ruang kelas.

Keuntungan

  • Ketersediaan. Materi cetakan mengenai berbagai topic mudah didapatkan dalam beragam format berbeda.
  • Fleksibilitas. Mereka bisa diadaptasikan dengan banyak tujuan dan mungkin digunakan dalam lingkungan dengan cahaya yang cukup.
  • Portabilitas. Mereka mudah dibawa dari satu tempat ke tempat lainnya dan tidak membutuhkan perlengkapan atau kelistrikan apapun
  • Ramah bagi pengguna. Materi cetakan yang dirancang dengan tepat akan mudah digunakan, tidak membutuhkan keahlian khusus untuk “menavigasi”
  • Ekonomis. Material cetakan relative tidak mahal untuk dibuat atau dibeli dan bisa digunakan kembali.

Keterbatasan

  • Tingkat pembaca. Keterbatasan tersebar dari materi cetakan adalah bahwa mereka ditulis untuk level membaca tertentu.
  • Memorisasi. Beberapa guru mengharuskan para siswa untuk mengingat banyak fakta dan definisi.
  • Kosakata. Beberapa buku memperkenalkan sejumlah besar konsep dan istilah kosakata dalam jumlah sangat terbatas.
  • Presentasi satu arah. Karena sebagian besar materi cetakan tidak interaktif, mereka cenderung digunakan dalam cara-carayang pasif, sering kali tanpa pemahaman.
  • Penentuan kurikulum. Terkadang buku cetaklah yang mengatur kurikulum, bukan digunakan untuk mendukung kurikulum.
  • Penilaian sepintas dulu. Komite pemilihan mungkin saja tidak memeriksa buku cetak secara cermat.

Integrasi

Aplikasi paling umum dari materi cetakan adalah penyajian informasi. para siswa diberi tugas membaca dan harus bertanggung jawab atas materi tersebut selama diskusi kelas dan ujian. Petunjuk pelaksanaan yang dibuat guru juga bisa melengkapi presentasi guru atau siswa bisa menggunakannya saat mereka belajar mandiri.

Tempat display

Jika anda akan menggunakan visual seperti foto, gambar, diagram, atau poster anda butuh sebuah cara untuk memajang mereka. Visual mungkin dipajang dalam ruang kelas dalam berbagai cara, mulai dari sekedar memegang sebuah visual tunggal dengan tangan anda hingga membangun pameran yang rumit untuk pajangan permanen. Permukaan di ruang  kelas yang umumnya digunakan untuk display visual meliputi papan kapur, papan putih, papan putih elektronik, bulletin board, papan kain, papan magnetic dan diagram putar.

  • Papan kapur dan papan putih

Papan kapur dan papan putih merupakan perkakas ruang kelas yang sering kali diabaikan guru padahal papan itu bisa menjadi perangkat pengajaran yang baik.

  • Papan putih elektronik

Papan putih elektronik memungkinkan anda “menangkap” secara elektronik apa saja yang ditulis di situ. Papan putih elektronik bekerja bersama dengan computer meja yang inputnya tampil di layar computer dan dari papan putih tersebut layar bisa di sunting, di cetak atau dikirimkan via email. Terdapat dua jenis papan elektronik yaitu standard dan interaktif. Model standar memungkinkan anda mengirimkan informasi tertulis dalam bnetuk berkas gambar kesebuah computer atau mesin cetak yang berkaitan. Dengan papan putih elektronik interaktif, konfigurasi papan putih elektronik dan computer memungkinkan  anda membuka dan menjalankan program piranti lunak, berseluncur di web, menelaah dokumen dan berpindah di antara item sebagaimana ayang akan anda lakukan di computer desktop.

  • Bulletin board

Bulletin board merupakan tempat dengan berbagai ukuran dan bentuk yang dimuat dari material yang di tahan dengan pin, paku paying, penjepit tajam lainnya tanpa merusak papan tersebut. Dalam praktiknya, paajngan bulletin board cenderung berfungdi dalam tiga tujuan yang luas: dekoratif, motivasional dan pengajaran. Bulletin board dekoratif, fungsinya adalah memberikan stimulasi visual terhadap lingkungan. Memajang karya para siswa adalah contoh penggunaan bulletin board untuk tujuan motivasional. Tujuan luas ketiga dari bulletin board adalah pengajaran, yang melengkapi tujuan pendidikan.

  • Papan kain

Papan kain dibentuk dari kain yang direnggangkan di sepanjang alas metrial penyokong yang kuat seperti: plywood, masonite, atau karton yang kukuh. Kain yang digunakan untuk papan tersebut mungkin beragam jenisnya termasuk flannel, felt, atau material cantel atau lepas (misalnya Velcro). Para guru seringkali membaca menggunakan papan kain untuk menggambarkan cerita, puisi dan material bacaan lainnya.

  • Papan magnetic

Papan magnetic menjalankan fungsi yang sama  seperti papan kain. Visual di sokong dengan magnet kemudian diletakkan pada permukaan logam pada papan tersebut. Keuntungan terbesar dari papan magnetic adalah bahwa memindah-mindahkan visual akan lebih mudah dan lebih cepat daripada dengan papan kain.

  • Diagram putar

Sebuah diagram putar merupakan sebuah bantalan dari kertas besar yang disatukan bersama diujungnya dan biasanya dicantelkan kesebuah kuda-kuda. Pengguanaan paling umum dari diagram putar, bagaimanapun juga adalah untuk penggambaran ilustrasi kunci dan kata-kata kunci untuk menambahi sebuah presentasi. Diagram putar merupakan format media yang sangat serba guna, mkudah digunakanm, dan tidak mahal.

Pameran

Pameran merupakan kumpulan berbagai objek dan display yang dirancang untuk membentuk sebuah kesatuan yang terpadu demi tujuan pengajaran. Terdapat tiga jenis pameran, yaitu: kunjungan lapangan, display dan diorama.

  • Kunjungan lapangan

Sebuah perjalanan keluar kelas untuk memepelajari proses, masyarakat, dan objek riil seringkali muncul dari kebutuhan para siswa akan pengalaman tangan pertaam. Adalah memungkinkan bagi para siswa untuk mendapati fenomena yang tidak bisa dihadirkan kedalam ruang kelas untuk diamati dan dipelajari.

  • Kunjungan lapangan virtual

Merupakan perluasan dari kunjungan lapangan actual, sering kali biaya atau waktu untuk bepergian ke lokasi menarik tidak dimungkinkan. Tetapi denghan adanya Wold Wide Web para siswa mungkin merasakan pemandangan dan suara dari sebuah lokasi yang sangat jauh dari rumah atau sekolah mereka.

  • Display

Sebuah display atau pajangan merupakan barisan objek, visual dan materi cetakan. Sebagaian besar display menyertakan informasi deskriftif mengenai objek atau visual yang ditampilkan.

  • Diorama

Merupakan pajangan statis yang terdiri dari latar depan tiga dimensi dan latar belakang yang rata untuk membuat sebuah pemandangan yang realistis. Diorama biasanya dirancang untuk menghasilkan kejadian dan pemandangan masa lalu dan masa sekarang untuk mengambarkan pemandangan/kejadian masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Smaldino, Sharon. Lowter, Deborah. Russel, James D. 2011. Teknologi  Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 848,625 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: