Klasifikasi Media Pembelajaran

sumber belajar merupakan komponen dari sistem instruksional, di samping pesan, orang, teknik, latar dan peralatan. Namun terkadang media atau bahan sering dikacaukan dengan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (softwere)berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardwere) sendiri merupakan  sarana untuk menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut.
Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam khazanah pendidikan, seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah laku (behaviorisme), komunikasi dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film, televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, computer, dst) masing-masing memiliki ciri-ciri dan kemampuannya sendiri. Taksonomi media dapat diartikan sebagai pengklasifikasian media berdasarkan ciri-ciri tertentu.

Berbicara tentang klafisikasi dalam media, Haney dan Ulmer (1981) membaginya ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu media Penyaji, media Objek dan media Interaktif.

Media Penyaji adalah media yang memiliki kemampuan untuk menyajikan informasi, seperti media grafis, bahan cetak, gambar diam; media proyeksi diam; media audio; gambar hidup (Film); televisi; audio ditambah visual diam; dan multi media.
            Media Objek adalah media yang mengandung informasi, dan jenis media ini dapat dilihat dari segi berat, bentuk, susunan, warna, fungsinya, dan lain-lain. Media objek meliputi dua kelompok, yaitu objek yang sebenarnya dan objek pengganti. Media objek sebenarnya terbagi ke dalam dua kategori, yaitu  media objek alami; dan media objek buatan . Media objek alami adalah segala sesuatu yang terdapat di alam dan mengandung informasi kehidupan, termasuk misalnya batuan dari bulan hasil dari ekspedisi ke bulan. Media objek buatan manusia seperti bangunan, gedung, mesin, alat-alat, alat komunikasi, mainan, dan semua alat yang dibuat manusia untuk keperluannya.  Adapun media objek pengganti adalah benda-benda yang dibuat untuk mewakili atau menggantikan “benda-benda yang sebenarnya”. Objek-objek pengganti banyak dikenal dengan nama replika, model, dan benda tiruan.
            Media  Interaktif  yaitu media yang memungkinkan untuk berinteraksi langsung dengan pemakainya. Ada tiga macam interaksi, yang pertama berinteraksi dengan program, misalnya mengisi blanko pada teks terprogram; kedua berinteraksi dengan mesin, misalnya mesin pembelajaran, simulator, laboratorium bahasa atau terminal computer; dan ketiga interaksi antar siswa secara teratur tetapi tidak terprogram, misalnya permainan simulasi dalam belajar yang melibatkan siswa dalam kegiatan atau masalah yang mengharuskan mereka membalas dengan serangan “lawan” atau bekerjasama dengan teman seregu dalam memecahkan masalah.
            Duncan juga mengkalisifikasikan media ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu media personal, media kelompok realita, dan media reproduksi atau rekaman. Media personal, contohnya: Diktat, Bibliografi, referensi, Duplikat, Gambar. Media kelompok realitas contohnya: Model, Pameran Dinding, Spesimen. Sedangkan Media Reproduksi atau rekaman, contohnya adalah Buku Teks, Lembaran Teks Terprogram, Lab. Bahasa, Film Bingkai, OHP, Film Bisu, Siaran radio dan TV.
            Sementara itu, Leshin, dkk (1992) yang dikutip oleh Arsyad (2002) mengkelompokkan media ke dalam 5 (lima) jenis,  yaitu (1) media berbasis manusia, seperti guru, instruktur, tutor, main peran, dan lain-lain. (2) media berbasis cetakan, seperti  buku, penuntun, buku kerja, majalah, jurnal, lembaran lepas, dan lain-lain, (3) media berbasis visual, seperti buku, chart, grafik, peta, figur/gambar, transparansi, film bingkai, slide, dan lain-lain, (4) media berbasis ausio visual, seperti video, film, slide bersama tape, televisi, dan lain-lain, dan (5) media berbasis komputer, seperti CAI, CBI, Video Interaktif, dan lain-lain.
            Adapun menurut Rudy Bretz ciri utama dari media dapat dikelompokkan menjadi tiga unsur pokok, yaitu: suara, visual dan gerak (Sadiman, 1993:20). Visual sendiri dibedakan menjadi tiga yaitu gambar, garis (line graphic) dan symbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Di samping itu Bretz juga membedakan antara media siar(telecommunication) dengan media rekam (recording), sehingga 7 (tujuh) klasifikasi media tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Media AUDIO – VISUAL- GERAK, yaitu  jenis media yang paling lengkap dalam arti penggunaan segala kemampuan audio, Gerak, dan visual; Contohnya: TV, Video Tape, Rekaman Film TV
2.      Media AUDIO-VISUAL-DIAM, yaitu jenis media kedua dari segi kelengkapan kemampuannya, kecuali penampilan Gerak. Contohnya: Film Strip Bersuara, Rekaman Still TV.
3.      Media  AUDIO SEMI GERAK, yaitu jenis media yang memiliki kemampuan untuk menampilkan suara disertai gerakan titik secara inier, jadi tidak menampilkan secara utuh suatu gerak yang nyata; Contohnya: Media Board dan Telewriting.
4.      Media  VISUAL GERAK, yaitu jenis media yang memiliki kemampuan media golongan pertama, kecuali penampilan suara (audio). Contohnya: Film Bisu (Silent Film)
5.      Media VISUAL DIAM, yaitu jenis media dengan kemampuan menyampaikan informasi secara visual, tetapi tidak bisa menyajikan suara maupun motion (gerak). Contoh: Facimile, halaman cetak, film stripe, gambar, microform, Video file.
6.      Media AUDIO, yaitu jenis media yang menggunakan suara semata-mata. Contoh: Radio, Telepon, Audio Disc, audio tape.
7.      Media CETAK, yaitu jenis media yang mampu menampilkan informasi berupa alphanumeric dan Simbol-simbol tertentu saja. Contohnya: teletype, punched paper tape, Koran, dll.
           Media-media yang telah dijelaskan di atas, menurut Anderson, (1976) dapat dikelompokkan menjadi media pembelajaran seperti dalam daftar berikut ini:
Tabel 2:
Klasifikasi Media menurut Anderson
KELOMPOK MEDIA
MEDIA INSTRUKSIONAL
1.
Audio
  • pita audio (rol atau kaset)
  • piringan audio
  • radio (rekaman siaran)
2.
Cetak
  • buku teks terprogram
  • buku pegangan/manual
  • buku tugas
3.
Audio – Cetak
  • buku latihan dilengkapi kaset
  • gambar/poster (dilengkapi audio)
4.
Proyek Visual Diam
  • film bingkai (slide)
  • film rangkai (berisi pesan verbal)
5.
Proyek Visual Diam dengan Audio
  • film bingkai (slide) suara
  • film rangkai suara
6.
Visual Gerak
  • film bisu dengan judul (caption)
7.
Visual Gerak dengan Audio
  • film suara
  • video/vcd/dvd
8.
Benda
  • benda nyata
  • model tirual (mock up)
9.
Komputer
  • media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructiona
Dari segi kompleksitas dan besarnya biaya, Schramm membedakan antara media rumit mahal (big media) dan media sederhana/murah (little media). Schramm juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputnya, yaitu (1) liputan luas dan serentak seperti televisi, radio dan faximile, (2) liputan terbatas pada tempat/ruangan seperti film  suara, film bisu, video tape, film rangkai suara, poster, foto, papan tulis, dan sebagainya, dan (3) media untuk belajar individual (mandiri) seperti buku, modul, program belajar dengan komputer dan telepon. Di samping itu juga, Schramm mengklasifikasikan media menurut kontrol pemakainya sebagaimana tampak pada gambar berikut:
KONTROL
PORTABLE
UNTUK DI RUMAH
SIAP SETIAP SAAT
TERKENDALI
MANDIRI
UMPAN BALIK
MEDIA
Televisi
Tdk
Ya
Tdk
Tdk
Ya
Tdk
Radio
Ya
Ya
Tdk
Tdk
Ya
Tdk
Film
Ya
Ya
Ya
Sulit
Sulit
Tdk
Video Kaset
Tdk
Sulit
Ya
Ya
Ya
Tdk
Bingkai
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tdk
Film Rangkai
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tdk
Audio Kaset
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tdk
Piringan Hitam
Tdk
?
Ya
Ya
Sulit
Tdk
Buku
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Tdk
Teks Berprogram
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Komputer
Tdk
Tdk
Ya
ya
Sulit
ya
Permainan
ya
ya
ya
ya
tdk
ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 848,625 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: