DEFINISI Pendidikan, filsafat, sosiolgi, psikologi, antropologi dan agama

1. Pengertian Pendidikan

a. John Dewey mengatakan bahwa pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kecakapan mendasar secara intelektual dan emosional sesama manusia.

b. JJ. Rouseau mengatakan bahwa Pendidikan merupakan pemberian bekal kepada kita apa yang tidak kita butuhkan pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita butuhkan pada saat dewasa.

c. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakat

d. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

e. Pendidikan Menurut  UNESCO menyebutkan bahwa: “education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan terencana (bertahap) dalam meningkatkan potensi diri peserta didik dalam segala aspeknya menuju terbentuknva kepribadian dan aólaq mulia dengan menggunakan media dan metode pembelajaran yang tepat guna melaksanakan tugas hidupnya sehingga dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

2. Pengertian Filsafat

a. Plato (427SM – 347SM) seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).

b. Aristoteles (384 SM – 322SM) mengatakan : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).

c. Immanuel Kant (1724 -1804), yang sering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan : Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu:

  • Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
  • Apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)
  • Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh agama)
  • Apa itu manusia ( dijawab olh Antropologi )

d. Marcus Tullius Cicero (106 SM – 43SM) politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

e. Sokrates mengatakan bahwa Filsafat adalah proses pencarian makna terdalam dari eksistensi manusia dan alam semesta yang dilaksanakan dalam aktivitas dalam menjawab pertanyaan yang meliputi seluruh kehidupan manusia yang sedalam-dalamnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat merupakan ilmu yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut diluar jangkauan ilmu pemgetahuan biasa yang bertujuan untuk memahami atau mendalami secara sistematis.

3. Pengertian Sosiologi

a. Pitirim Sorokin mengatakan Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

b. Max Weber mengatakan Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan tindakan sosial.

 

c. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

d. Emile Durkheim mengatakan Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.

e. Soejono Sukamto mengatakan Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik dalam kehidupan masyarakat.

4. Pengertian Psikologi

 

a.  Willhelm Wundt menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentangan ga kesadaran manusia (the science of human consciousness).

b. Woodworth dan Marquis menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu, mencakup aktivitas motorik, kognitif, maupun emosional.

c. Branca dalam bukunya yang berjudul Psychologi The Science Of Behavior, mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang perilaku.

d. Morgan dkk menyatakan psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia dan hewan, namun penerapan ilmu tersebut pada manusia ( the science of human and animal behavior, it includes the aplication of this science to human problems).

e. Knight and Knight menyatakan bahwa psikologi dapat didefinisikan sebagai studi sistematis tentang pengalaman dan perilaku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia yang menyangkut hakikat jasmaniah dan rohaniah manusia.

5. Pengertian Kultur atau Budaya

a. Prof. Koentjaraningrat mengatakan budaya sebagai seluruh system gagasan, dan rasa, tindakan dan karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar.

b. William A Haviland mengatakan budaya adalah seperangkat peraturan yang standar, yang apabila dipenuhi atau dilaksanakan oleh anggota masyarakatnya akan menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh anggota masyarakat.

c. Sir Edwar Burnett Tylor, seorang ahli antropolog dari Inggris, pada tahun 1871 untuk pertama kalinya mendefinisikan budaya secara rinci sebagai pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, dan lain-lain kecakapan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

d. Lehmann, Himstreet, dan Batty, Budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri. Pengalaman hidup masyarakat tentu saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di dalamnya bagaimana perilaku dan keyakinan atau kepercayaan masyarakat itu sendiri.

e. Mitchell mengatakan bahwa budaya merupakan seperangkat nilai-nilai inti, kepercayaan, standar , pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu – individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kultur atau budaya adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia dalam rangka untuk memenuhi kebuthan hidupnya dengan menggunakan akal pikirannya.

6. Pengertian Antropologi

a. Koentjaraningrat mengatakan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

b. Ralfh L Beals dan Harry Hoijen mengatakan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan semua apa yang dikerjakannya.

c. Tulian Darwin: The origin of spicies” Antropologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap asal mula dan perkembangan manusia. Manusia asalnya monyet, karena makhluk hidup mengalami evolusi. Antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai penelitian terhadap kera dan monyet di seluruh dunia.

d. William A. Haviland mengatakan bahwa Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

e. David Hunter mengatakan bahwa Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi fisik maupun dari segi budayanya.

7. Pengertian Agama

a.  Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah Seperangkat sistem keyakinan dan praktek yang diikatkan pada hal-hal yang sakral, atau bisa juga disebut, hal-hal yang disisihkan dan dilarang atau keyakinan dan praktek-praktek ke dalam komunitas moral tunggal.

b. Daniel Bell mengatakan bahwa agama adalah jawaban-jawaban menyeluruh terhadap pertanyaan-pertanyaan inti eksistensial yang selalu dihadapi umat manusia, pengkodifikasian jawaban-jawaban ini ke dalam bentuk-bentuk kredo menjadi signifikan bagi para penganutnya, ritual dan upacara-upacaranya memberikan ikatan emosional bagi setiap individu yang melaksanakannya, dan pembentukan tubuh institusional membawa mereka yang sama-sama menganut kredo dan melaksanakan ritus dan upacara tersebut ke dalam kongregasi (jemaat), dan yang tak kalah pentingnya tubuh institusi mampu melanggengkan ritus-ritus tersebut dari generasi ke generasi.

c. Webster New 20th Century Dictionary mengungkapkan bahwa definisi “religion” adalah “the system of rules of conduct and law of action based upon the recognition of belief in, and reverence for human power of supreme authority”. Batasan itu menggambarkan bahwa “religion” adalah suatu sistem peraturan-peraturan dari kegiatan yang semuanya itu didasarkan pada adanya kepercayaan dan pegangan pada kekuatan yang Mahakuasa dan norma perilaku manusia yang didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Tuhan (Sukardji, 1993: 33).

d. Michael Shermer mengatakan bahwa agama itu berfungsi untuk mengontrol moral. (dari buku The Science of Good and Evil )

e. Religion for Dummies, mengatakan bahwa sebuah kepercayaan bisa disebut agama bila:
1. mempunyai kepercayaan                                                                                                          2. mempunyai aturan moral                                                                                                        3. mempunyai ritual

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agama adalah suatu sistem kepercayaan  yang dianut oleh masyarakat menurut hati nuraninya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 848,625 hits
Alesha lagi trsenyum..
%d blogger menyukai ini: